
Pencarian bakat bulutangkis Audisi Umum PB Djarum 2026 – Makassar, baru saja berakhir, Sabtu (8/8) di GOR Dafest Makassar, Sulawesi Selatan, dan mencatatkan 16 atlet yang berhak melaju ke tahap berikutnya, Karantina di Kudus, Jawa Tengah.
Tontowi Ahmad melihat semangat juang dan keberanian para peserta dalam menunjukkan kemampuan terbaik menjadi salah satu hal positif yang ia temukan selama memantau jalannya Audisi Umum PB Djarum 2026 - Makassar. Menurutnya, proses untuk menjadi pebulutangkis profesional tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknik, tetapi juga kemauan untuk terus belajar, kedisiplinan, serta mental dalam menghadapi tekanan pertandingan.
“Dari apa yang saya lihat selama audisi, banyak anak-anak yang punya semangat dan keberanian untuk bertanding. Itu penting, karena perjalanan menjadi atlet profesional tidak cukup hanya dengan punya teknik yang bagus. Mereka harus punya kemauan untuk terus belajar, disiplin dalam latihan, dan yang paling penting tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan,” papar Tontowi.
Owi, sapaan akrabnya berharap para peraih Super Tiket dapat memanfaatkan kesempatan di tahap karantina untuk menunjukkan perkembangan terbaiknya. “Saya pernah berada di posisi mereka dan tahu bahwa proses menuju prestasi itu panjang. Jadi untuk para peraih Super Tiket, jangan merasa sudah selesai setelah lolos dari Makassar. Justru ini menjadi awal untuk membuktikan bahwa kalian layak mendapatkan kesempatan dan terus berkembang di PB Djarum,” pungkas Juara Dunia BWF pada tahun 2013 dan 2017 bersama Liliyana Natsir tersebut. (AH)
