
Perjuangan peserta Audisi Umum PB Djarum 2026 di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, tidak terlepas dari peran orang tua yang senantiasa memberikan dukungan penuh. Hal itu pula yang dirasakan peserta bernomor 1485 dari kategori KU11 Putra, Jethro Alexander Kemas.
Jethro datang ke Kudus didampingi sang ibu, Imelda Aritonang. Bagi Jethro, Audisi Umum PB Djarum 2026 menjadi kesempatan ketiganya untuk mewujudkan impian menjadi atlet PB Djarum. Sebelumnya, Jethro telah mengikuti audisi pada 2024 dan 2025, tetapi belum berhasil melangkah hingga menjadi atlet PB Djarum.
Meski dua kali mengalami kegagalan, semangat Jethro untuk mengejar mimpinya tidak pernah surut. Sang ibu pun terus memberikan dukungan dan meyakini bahwa putranya memiliki tekad serta ketekunan yang tinggi untuk menjadi atlet bulu tangkis.
“Jethro sudah dua kali ikut pada 2024 dan 2025. Meskipun belum berhasil, dia memang memiliki keinginan yang tinggi untuk bisa masuk PB Djarum. Sebenarnya sudah banyak tawaran dari klub-klub lainnya, tetapi untuk saat ini Jethro fokus untuk bisa tembus Audisi Umum PB Djarum,” ungkap Imelda.
Imelda dan sang suami, Kemas Fikri, menilai PB Djarum merupakan pilihan yang tepat untuk mengembangkan kemampuan Jethro dan membentuknya menjadi atlet hebat di masa depan.
“Saya dan ayahnya sebagai orang tua merasa lebih percaya jika Jethro di PB Djarum. Kami yakin Jethro punya peluang untuk menjadi atlet PB Djarum. Menurut kami, Jethro memiliki kemampuan bermain, fisik, dan kepandaian di lapangan yang menjadi modal untuk bisa bergabung dengan PB Djarum,” jelas Imelda.
Dukungan orang tua terhadap perjalanan Jethro bahkan diwujudkan dalam pengorbanan besar. Imelda rela meninggalkan kampung halaman dan pindah tempat tinggal demi mendampingi putranya menjalani proses pembinaan.
Jethro yang sebelumnya tinggal di kota kelahirannya, Palembang, Sumatera Selatan, bersama keluarganya, kemudian hijrah ke Purwokerto, Jawa Tengah, pada 2021. Keputusan tersebut diambil setelah Imelda dan keluarga menemukan klub yang dinilai cocok untuk mendukung perkembangan Jethro sebelum mengejar kesempatan bergabung dengan PB Djarum.
“Kalau dukungan kami sebagai orang tua sudah totalitas. Sampai kami pun memutuskan untuk membeli rumah di Purwokerto karena menemukan klub yang cocok dengan Jethro sebelum ke PB Djarum. Kami memutuskan pindah sejak 2021 sampai sekarang. Jadi, saya dan Jethro tinggal berdua di Purwokerto, sementara ayah dan kakaknya Jethro di Palembang,” beber Imelda.
Menurut Imelda, menjadi atlet membutuhkan pengorbanan dan dukungan penuh dari keluarga. Karena itu, ia bersama sang suami berusaha memberikan segala kebutuhan yang diperlukan Jethro untuk menunjang perjalanan dan kariernya di dunia bulu tangkis.
“Kami sudah meyakinkan Jethro, kalau kamu benar-benar ingin menjadi atlet, kami sebagai orang tua harus mengorbankan semua kenyamanan. Kalau ingin menjadi atlet, kami harus menyiapkan semuanya. Oleh karena itu, ayahnya benar-benar banting tulang untuk memenuhi kebutuhan Jethro. Begitu juga saya harus benar-benar fokus mendampingi Jethro mengejar mimpinya,” ungkap Imelda.
Pada Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus, Imelda berharap perjuangan Jethro selama ini dapat membuahkan hasil. Ia berharap putranya mampu melewati seluruh tahapan audisi dan akhirnya bergabung dengan PB Djarum.
“Harapannya Jethro bisa tembus PB Djarum kali ini. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin dan mempersiapkan diri untuk berpisah dengan anak, meskipun berat. Namun, kami akan tetap mendukung sepenuhnya. Kalau sudah masuk PB Djarum, Jethro harus benar-benar bisa memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin,” tuturnya.
Di tengah perjuangannya kembali mengikuti Audisi Umum PB Djarum, Jethro tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada kedua orang tuanya yang selalu memberikan dukungan.
“Terima kasih Papa dana Mama untuk dukungan selama ini. Semoga Papa sama Mama banyak rezeki, sehat selalu, dan panjang umur biar bisa lihat Zetro sukses suatu hari nanti,” kata Jethro.
Pada 2025, Jethro sebenarnya telah berhasil lolos hingga tahap karantina. Namun, langkahnya terhenti dan ia belum berhasil mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari PB Djarum.
Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bagi Jethro. Tahun ini, ia datang dengan keyakinan dan persiapan yang lebih matang. Ia berharap dapat kembali lolos ke tahap karantina dan kali ini mampu melangkah lebih jauh.
“Harapannya saya bisa masuk karantina lagi dan masuk PB Djarum. Tahun lalu saya kurang fokus saat karantina. Tahun ini, kalau lolos karantina lagi, saya harus lebih serius karena sudah tahu juga keadaan di asrama seperti apa,” pungkas Jethro. (AH)
