Diluar Arena
Home > Berita > Diluar Arena > Sejarah PBSI
13 Oktober 2020
Sejarah PBSI
 
 

PBSI berdiri sejak jaman penjajahan. Berawal dari perkumpulan bulutangkis yang bergerak sendiri tanpa satu tujuan, sampai akhirnya terbentuklah organisisai yang mepunyai tujuan sama.

Untuk menempuh jalan menuju satu wadah organisasi maka cara yang paling tepat adalah mempertemukan tokoh perbulutangkisan dalam satu kongres. Pada saat itu memang agak sulit untuk berkomunikasi antara satu daerah dengan daerah lainnya. Satu-satunya yang bisa ditempuh adalah lingkungan Pulau Jawa saja. Itupun bisa ditempuh setelah terbentuknya PORI (Persatuan Olah Raga Republik Indonesia).

Usaha yang dilakukan oleh Sudirman dan kawan-kawan dengan melalui perantara surat yang intinya mengajak mereka untuk mendirikan PBSI membawakan hasil. Maka dalam suatu pertemuan tanggal 5 Mei 1951 di Bandung lahirlah PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia) dan pertemuan tersebut dicatat sebagai kongres pertama PBSI. Dengan ketua umumnya A. Rochdi Partaatmadja, ketua I Dick Sudirman, Ketua II: Tri Tjondrokoesoemo, Sekretaris I: Amir, Sekretaris II: E. Soemantri, Bendahara I: Rachim, Bendahara II: Liem Soei Liong.

Dengan adanya kepengurusan tingkat pusat itu maka kepengurusan di tingkat daerah atau provinsi otomatis menjadi cabang yang berubah menjadi Pengda (Pengurus Daerah) sedangkan Pengcab (Pengurus Cabang) adalah nama yang diberikan kepada kepengurusan di tingkat kotamadya atau kabupaten.

Berikut daftar Ketua Umum PBSI yang sudah menjabat :

 

1 Rochdi Partaatmadja 1951-1952

 

2 Sudirman 1952-1963

 

3 Sukamto Sayidiman 1963-1965

 

4 Padmo Sumasto 1965-1967

 

(2) Sudirman 1967- 1981

 

5 Ferry Sonneville 1981-1985

 

6 Try Soetrisno 1985-1993

 

7 Soerjadi 1993-1997

 

8 Subagyo Hadi Siswoyo 1997-2001

 

9 Chairul Tanjung 2001-2004

 

10 Sutiyoso 2004-2008

 

11 Djoko Santoso 2008-2012

 

12 Gita Wirjawan 2012-2016

 

13 Wiranto 2016-2020

(ah)