Diluar Arena
Home > Berita > Diluar Arena > Ruzana, Antara Puasa dan Persiapan Turnamen
21 April 2021
Ruzana, Antara Puasa dan Persiapan Turnamen
 
 

Bagi atlet seperti Ruzana, berlatih dan berpuasa menjadi dua hal yang sama-sama harus dilaksanakan secara bersamaan. Sebagai pemain bulutangkis, Ruzana dituntut berlatih untuk meningkatkan kualitas permainan, sementara sebagai seorang muslimah, ia pun sangat ingin melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Walhasil, ia pun hanya baru bisa melaksanakan puasa beberapa hari saja. Ia memiliki alasan yang kuat mengapa ia sampai merelakan tidak ikut berpuasa.

“Biasanya puasa, tapi ini saya untuk persiapan pertandingan makanya tidak puasa,” ujarnya.

Ruzana memang diproyeksikan mengikuti berbagai kejuaraan seri Eropa. Hungaria, Austria, Kroasia menjadi negara tujuan Ruzana untuk mencari prestasi.

Dua kejuaraan kelas yunior satu lagi senior,” sambungnya.

Pernah ia mencoba berpuasa saat latihan, tetapi akhirnya terpaksa ia batalkan karena tidak tahan dengan rasa haus dan lapar.

“Berat banget. Lagi latihan trus dibatalin,” tuturnya.

Ini merupakan tahun kedua bagi Ruzana berpuasa di asrama PB Djarum. Sebelumnya ia biasa berpuasa bersama dengan keluarganya. Kebersamaan dengan keluarganya inilah yang tidak jarang membuatnya meneteskan airmata. Masih segar dalam ingatannya, bagaimana ia menangis ketika tahun lalu, untuk pertama kalinya sholat Tarawih jauh dari keluarga.

“Tahun lalu, saya nangis waktu sholat Tarawih. Biasanya saya sholat sebelahan mama dan kakak, tapi sekarang sama teman-teman,” kenangnya.

Seperti halnya tahun lalu, lebaran kali ini pun ia rela tidak pulang ke kampung halamannya untuk merayakan lebaran bersama keluarga. Selain memang karena larangan dari pemerintah, ia juga harus mengikuti serangkaian pertandingan di belahan benua Eropa. Rasa rindu yang teramat sangat ia salurkan dengan menghubungi keluarganya dengan telepon atau juga dengan Video Call.

“Kalo kangen, paling telepon atau video call ke orang tua dan keluarga,” katanya.

Cukup terobati baginya melihat senyum orang tua walau hanya dengan sambungan video. (AR)