
Harapan untuk mendapat gelar juara dari ganda putra pada kejuaraan Yonex Australia Open Grand Prix Gold 2012 semakin mendekati kenyataan. Belum lagi kejuaraan memasuki partai final, tetapi Indonesia telah memastikan satu tempat final di ganda putra. Dua pasang ganda putra Indonesia berhasil menembus babak empat besar dan akan saling berhadapan. Peraih Medali emas Olimpiade Markis Kido/Hendra Setiawan akan bertemu dengan yuniornya Angga Pratama/Ryan Agung Saputra di babak semifinal.
Perjalanan Angga Pratama/Ryan Agung Saputra menuju babak semifinal terbilang spektakuler. Unggulan kedua dari Jepang Hirokatsu Hashimoto/Noriyatsu Hirata yang sering menjadi batu sandungan bagi pebulutangkis Indonesia berhasil dikalahkan. Perjuangan yang pantang menyerah di tunjukkan oleh ganda muda Indonesia. Bertarung dalam waktu satu jam dua menit mereka menang rubber game.
Di game pembuka pasangan Indonesia selalu tertinggal dalam perolehan angka. Bahkan pasangan Jepang berulang kali bisa menjauh termasuk saat angka menunjukkan 17-13. Tanpa kenal menyerah, darah muda Indonesia bisa mendekati menjadi 16-17. Di penghujung game pertamapun kembali pasangan Indonesia tercecer dengan 17-20. Tambahan dua angka bagi ganda Indonesia tak cukup menutup game pertama. Malah ganda Jepang bisa mendapatkan satu angka untuk merebut game pertama dengan 21-19.
Di game kedua secara bergantian kedua pasangan memimpin perolehan angka. Di saat tertinggal tipis 16-17, pasangan Indonesia melesat mendapatkan lima tambahan angka secara berurutan dalam satu kali service. Lima angka yang di dapat ganda Indonesia cukup untuk menutup game kedua dengan 21-17.
Di game ketiga ganda Jepang mulai kembali kepada bentuk permainan aslinya. Sampai pertengahan game ketiga ganda Jepang bisa berada di depan dalam pengumpulan angka. Pasangan Indonesia tak mau kalah, mereka tetap mengejar dan mampu menyamakan kedudukan menjadi 14-14. Berulang kali kedua pasangan bisa menyamakan kedudukan. Sampai di angka sama terakhir 19-19, pasangan Indonesia justru yang bisa menutupnya dengan 21-19.
“Kunci kemenangan kami adalah fokus mendapatkan satu demi satu poin, tidak memikirkan menang atau kalah. Mereka menerapkan permainan cepat, jadi kami tidak boleh kalah cepat,” ujar Ryan mengomentari kemenangannya. “Kemenangan atas pemain unggulan membuat kami makin percaya diri, namun belum terlalu puas karena kami belum jadi juara,” tambah Ryan.
Lawan mereka di babak semifinal adalah senior mereka Markis Kido/Hendra Setiawan. Unggulan keenam ini mampu menghentikan rekan sendiri Alvent Yulianto/Hendra Aprida Gunawan yang juga merupakan unggulan keempat dengan kedudukan akhir 21-15, 21-15.
Di ganda putri, dua ganda yang bertanding di babak perempat final gagal menuju babak semifinal. Finalis Djarum Indonesia Open Super Series 2011 Vita Marissa/Nadya Melati belum bisa menghentikan aksi unggulan utama Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna. Ganda Indonesia ini menyerah dalam rubber game 21-15, 15-21, 10-21.
Anneke Feinya Agustin/Nitya Krishinda Maheswari pun tak mampu menghadang pasangan kembar dari China Luo Ying/Luo Yu. Juara Vietnam Open Grand Prix 2011 ini kalah dari Juara Indonesia Open Grand Prix Gold 2010 dengan 10-21, 20-22. (AR)
