Diluar Arena
Home > Berita > Diluar Arena > Ini Motivasi Shesar Saat Meraih Dua Medali Emas PON di Usia Muda
30 September 2021
Ini Motivasi Shesar Saat Meraih Dua Medali Emas PON di Usia Muda
 
 

Masih ingat bagaimana momen bersejarah yang diciptakan pebulutangkis asal PB Djarum saat membela Jawa Tengah di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau 2012? Dia adalah Shesar Hiren Rhustavito.

Pada usianya yang saat itu baru menginjak 18 tahun, Shesar berhasil tampil perkasa dengan berhasil meraih dua medali emas. Yaitu di nomor perorangan tunggal putra dan beregu putra.

"Moment paling diingat ya pastinya bisa mendapatkan medali emas di nomer perorangan," kata Shesar kepada Pbdjarum.org.

Padahal, pada PON yang diselenggarakan di Pekanbaru, Riau itu terdapat sejumlah nama senior seperti Tommy Sugiarto, Dionysius Hayom Rumbaka, Ahmad Rivai, Adnan Fauzi, dan Andreas Adityawarman serta pemain pelatnas lainnya seperti Evert Sukamta dan Riyanto Subagja. Tapi satu per satu semua halangan bisa Shesar lewati dengan baik.

Dari drawing yang dikeluarkan oleh panitia PON XVIII Riau, ia datang ke ibukota propinsi Riau ini hanya sebagai unggulan [3/4]. Ia berada satu pool dengan unggulan utama Tommy Sugiarto.

Di babak pertama ia lewati dengan mendapat bye. Di babak kedua, Randi Prakasa yang mewakili propinsi Sulawesi Selatan dikalahkan dengan straight game. Begitu pula dengan pemain Achmad Rivai yang membela Sumatera Selatan, mampu ia tundukkan juga dalam dua game.

Lagi-lagi lawan ditaklukkannya dalam dua game. Kali ini Evert Sukamta, rekannya di pelatnas dihentikan pada babak perempat final. Pejuangan berat ia rasakan di babak semifinal. Tommy Sugiarto yang telah terlebih dahulu malang melintang di dunia bulutangkis menjadi lawannya.

Tak mudah bagi Shesar untuk bisa mengalahkan pemain top sekelas Tommy saat itu. Butuh perjuangan tiga game sebelum akhirnya memenangkan pertandingan.

Di babak final ia harus menghadapi Hayom yang juga sama-sama membela Jateng. Banyak yang memperkirakan jika yang akan meraih medali emas tunggal putra adalah Hayom. Namun Shesar mementahkan prediksi para pengamat bulutangkis. Dengan penuh percaya diri dan perjuangan keras, Shesar memastikan diri keluar sebagai pemenang dan berhak mendapat medali emas.

"Waktu bisa mendapatkan medali emas itu tentunya gak nyangka sama sekali bisa sejauh itu. Pas semifinal ketemu Tommy sugiarto sama final ketemu Hayom," tutur Shesar.

Ketika ditanya motivasi terbesarnya saat itu, Shesar mengaku hanya ingin melampaui target yang telah ditentukan.

"Motivasi terbesar ya karena saya mau lebih dari hasil yg saya targetkan. Target pertama waktu itu sampai semifinal," jelasnya.

Di sisi lain, pada PON Papua XX 2021 yang akan segera berlangsung di Jayapura, Shesar yang saat ini tengah membela tim Indonesia di Piala Sudirman, memberi pesan bagi para juniornya yang akan bertanding.

"Buat semua yg bertanding di PON Papua, karena sekarang masih dalam kondisi pandemi, terutama jaga kesehatan. Dan yang kedua, bermainlah semaksimal mungkin," pungkas Shesar. (ah)