Diluar Arena
Home > Berita > Diluar Arena > Jolin Angelia, Pemain Asal Medan Penyuka Sate Padang
15 Oktober 2020
Jolin Angelia, Pemain Asal Medan Penyuka Sate Padang
 
 

Menjadi warga Medan, Sumatera Utara, menjadi kebanggaan tersediri bagi Jolin Angelia. Walau kini ia tengah berjuang meniti prestasi sebagai atlet bulutangkis PB Djarum di Kudus, Jawa Tengah, Jolin tetap cinta Medan.

Horas Medan”, begitu ujarnya.

Tidak jarang Jolin harus menahan rindu akan kampung halamannya. Apalagi dimasa pandemi seperti sekarang ini memaksa ia tidak bisa bolak balik sesering mungkin menengok kampung halamannya. Tapi di jaman canggih sekarang, hal itu bukan menjadi penghalang.

“Kadang kalo orang tua lagi diluar rumah, saya telepon pake video call biar sekalian liat-liat sekeliling,” ujarnya.

Sebagai anak Medan, semestinya ia lebih memilih masakan asli dari daerahnya. Lucunya, ia menyukai Sate Padang sebagai masakan kesukannya.

Saya sukanya Sate Padang,” tuturnya. Entah kenapa sampai ia begitu tergila-gila dengan Sate Padang.

Remaja yang lolos audisi 2018 ini bercerita bagaimana indahnya wisata Brastagi yang menjadi tempat favoritnya.

Selain pemandangannya bagus, tempatnya juga dingin,” katanya. Karena Bastagi merupakan wisata andalan Jolin, ia pun menyarankan jika ke Sumatera Utara untuk mengunjungi Brastagi.

Jolin pun tidak akan melupakan daerah tempat ia pertama kali digembleng berlatih bulutangkis. Pengalamannya berlatih bulutangkis secara pribadi selalu membekas dalam dirinya. Apalagi ia juga kerap mendapat omelan dari sang pelatih karena dianggap tidak serius saat berlatih.

“Suka juga diomelin,” kenangnya. Di Kudus pun ia juga pernah mengalami hal yang sama. Tapi ia lebih menganggap, omelan dari pelatih justru sebagai cambuk semangat baginya.

Berbicara kota Kudus, rupamya ia sudah banyak mencoba wisata kuliner. Dua tahun menjadi warga Kudus membuatnya sudah mencoba berbagai makanan khas kota yang dikenal sebagai kota santri. Dari Garang Asem sampai Lentog. Iapun hafal warung tempat biasa ia memanjakan lidahnya.

“Lentognya enak. Lentog Bu Sulasi, itu yang paling enak,” lanjutnya seraya mempromosikan

Sebagai bagian dari keluarga besar Kudus, iapun merasa nyaman berada diantaranya. Apalagi sebelum pandemi, jika pada hari-hari besar seperti hari kemerdekaan Republik Indonesia kerap menyelenggarakan aneka perlombaan. Ia sangat suka keakraban yang terjalin pada hari tersebut.

Seru ada perlombaan seperti biasa,” ujarnya.  Dengan gamblang ia menguraikan jenis perlombaan yang dipertandingkan seperti memasukkan paku kedalam botol, memindahkan air, adu cepat makan krupuk dan lainnya.

Seru. Ada hadiahnya. Ada peralatan mandi, ada handuk, ada makanan, ada juga hadiah uang untuk tim terbaik,” ceritanya.

Sebagai putri asli Medan yang mengadu keberuntungan di Kudus, ia tetap bangga akan tanah kelahirannya.

Anak Medan harus latihan yang semangat, jangan pantang menyerah untuk banggain kota Medan,” katanya. “Semoga Jolin juga bisa banggain Indonesia dengan menjadi juara dunia tunggal putri,” pungkasnya.

Amin. Semoga cita-cita Jolin tercapai. (AR)