Diluar Arena
Home > Berita > DILUAR ARENA > Simposium, Mencari Akar Permasalahan
09 Februari 2010
Simposium, Mencari Akar Permasalahan
 
 

Jakarta- Banyak cara dilakukan lembaga untuk mengembalikan kejayaan bulutangkis Indonesia. Salah satu caranya adalah mengadakan simposium untuk menemukan permasalahan yang ada sejauh ini. Dan itulah yang dilakukan oleh Universitas Tarumanegara lewat acara bertajuk "Mengembalikan Kejayaan Bulutangkis Indonesia" yang akan digelar di Universitas Tarumanegara, Kamis (11/2) mendatang.

Saat ini prestasi bulutangkis Indonesia mengalami penurunan jika dibandingkan dengan dekade sebelumnya. Karena itulah, dengan adanya acara ini diharapkan muncul solusi-solusi untuk kebangkitan bulutangkis di masa mendatang.

"Banyak silang pendapat terjadi di masyarakat perihal langkah yang diambil PB PBSI, namun hal itu menunjukkan bahwa masyarakat peduli pada perkembangan ini," tutur panitia simposium, Nisfiannoor, kemarin di Jakarta. "Dari situlah kami tergugah untuk mengadakan acara ini yang berguna sebagai fasilitator bagi semua pecinta dan pemerhati bulutangkis," imbuhnya.

Acara simposium ini disambut baik oleh PB PBSI. Sekjen PBSI Yakob Rusdianto menegaskan, PBSI selalu terbuka atas segala kritik dan saran. "Kritik dibutuhkan karena setiap keputusan tidak mungkin menyenangkan semua pihak," urai Yakob.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kabid Psikologi PBSI, Lilik Sudarwati. Menurut Lilik, ada beberapa hal yang diduga menjadi sebab merosotnya prestasi. "Yaitu sponsorship (dana), regenerasi, pelatda yang tak seperti dulu, pelatih berkualitas yang sedikit jumlahnya, pemanfaatan Iptek yang kurang serta pergeseran nilai budaya," papar Lilik.

Sedangkan menurut rektor Universitas Tarumanegara, Monty P. Satriadarma, simposium tidak lantas langsung memberikan efek dalam waktu dekat. "Namun kami berkomitmen meneruskan langkah-langkah berikutnya di masa mendatang," tutur Monty. (ega)

Sumber : Topskor