Diluar Arena
Home > Berita > DILUAR ARENA > Kido/Hendra Idola Publik Pekanbaru
20 April 2010
Kido/Hendra Idola Publik Pekanbaru
 
 

Lanjutkan Tradisi Juara, begitulah tema yang diusung oleh panitia pagelaran Djarum Sirkuit Nasional Bulutangkis 2010. Pekanbaru menjadi kota ketiga dalam sembilang rangkaian Sirnas tahun 2010 ini.

Turnamen ini berakhir pada tanggal 17 April lalu, tapi masih ada segelintir cerita yang bisa digali dari ajang ketiga Sirnas ini. Kehadiran peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008, Markis Kido/Hendra Setiawan yang menjadi sorotan utama di ibu kota Provinsi Riau ini.

Hadirnya mereka di Kota Bertuah ini, menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta bulutangkis, untuk bisa hadir langsung menyaksikan laga Kido/Hendra. GOR Remaja menjadi saksi bisu kemeriahan dan antusiasme warga. Mereka rela menunggu berjam-jam hanya untuk menyaksikan laga Kido/Hendra seperti Nisa, siswa SMA salah satu SMA di Pekanbaru ini. Ia dating ke tribun pertandingan memang menunggu kehadiran pasangan juara dunia 2007 tersebut.
markis kido
"Ingin liat kak Kido dan Hendra tentunya. Iitu jadi motivasi utama saya kesini, meskipun disamping mereka masih ada atlet-atlet mantan pelatnas lainnya," ungkapnya antusias.

Kido/Hendra yang kini resmi disponsori oleh Flypower, memang diwajibkan untuk mengikuti tiga dari sembilan Sirnas yang digelar tahun ini. "Beban untuk menang diajang Sirnas ini lebih besar sebenarnya," ungkap Kido.

"Apalagi dengan tagline dari panitia, akankah mereka terkalahkan, kesannya jadi arogan," lanjut Kido.

Mereka pun bermain gemilang. Dari lima pertandingan yang mereka lakoni, mereka tak kehilangan satu set pun. Bahkan empat diantaranya mereka menangkan relatif mudah. "Main ya main, ga ada kata main-main," papar Hendra saat ditemui di sela-sela pertandingan.

Diunggulkan ditempat pertama, dan mendapat bye di babak pertama. Pasangan Kido/Hendra baru bermain pada hari Selasa (14/4). Di babak kedua mereka berjumpa dengan Kelvin/Yudi dari PB Angkasa Pekanbaru, pertandingan pun hanya berlangsung sekitar 25 menit.

Di babak ketiga, mereka menghadapi atlet Ganesha Islamic Village, Ridho Akbar/Zulfikar dengan 21-14 dan 21-10. Di perempat final, giliran pasangan dari PB Mutiara Bandung, Budi Hartono/Sandi Dharma Kusuma yang mendapatkan kesempatan langka ini. Meskipun Budi/Sandi langsung menyerah 14-21 dan 13-21. Hal ini diakui menjadi kehormatan tersendiri bagi Sandi.

"Senang bisa bertemu mereka di ajang formal. Kalau latihan sudah sering ketemu, tapi kalo untuk kejuaraan ini kali pertama, dan kehormatan bisa bermain melawan mereka," ungkap Sandi.

Di semifinal mereka berhadapan dengan Ahmad Rivai/Davin Pradwissa. Untuk partai semifinal, mereka membukukan kemenangan dengan skor telak 21-11 dan 21-8.

Pertandingan berlangsung seru di final, Kido/Hendra ditantang oleh Hadi Saputra/Rendra Wijaya. Kido/Hendra membungkam Hadi/Rendra dengan 21-13 di set pertama. Di set kedua, pertandingan berlangsung ketat. Kejar mengejar angka terjadi di sepanjang pertandingan, memimpin 18-15, pelan-pelan mereka mulai terkejar hingga skor 18-17. Namun, Kido/Hendra tak memberikan kesempatan lagi. Dengan dukungan penuh dari publik Pekanbaru, mereka berhasil memberikan hiburan sebelum berhasil menutup set kedua dengan 21-18.

Kido/Hendra memang bintang lapangan. Saat nama mereka dipanggil sontak pengunjung GOR Remaja bergemuruh. Teriakan untuk menyemangati mereka, dan pujian selama permainan berlangsung terus mengalir. Tak jarang, para penonton pun rela berpindah dari tempat duduknya untuk mendekati lapangan dimana Kido/Hendra bermain.

"Setelah Sirnas ini, pertandingan terdekat kami ya piala Thomas," ungkap Hendra yang mengaku lebih senang jalan-jalan ke mall di waktu senggangnya, dibandingkan harus menghabiskan waktu dirumah.

Meskipun mereka tak lagi berlatih di Cipayung, dan tak lagi bergabung dengan Pelatnas, namun mereka mengakui bahwa keikut sertaan mereka di Tim Thomas merupakan wujud kecintaan mereka terhadap tanah air. "Pelatnas sama non pelatnas sama aja, toh kita masih orang Indonesia," lanjut Hendra.

"Tapi mungkin tanggung jawab dan hal-hal yang harus disiapkan untuk latihan aja yang beda," sambung Kido.

Usai bertanding, Kido/Hendra melemparkan raket dan kaos mereka ke tribun penonton, sontak hal yang dilakukan duta Flypower ini kembali membuat warga GOR Remaja bersorak. "Untuk Sirnas kemungkinan nanti kami akan turun di Bandung dan Bali," lanjut Kido.

Djarum Sirnas Pekanbaru ini juga menjadi Sirnas pertama yang bisa dinikmati melalui Djarum Online Score TM. Dengan fasilitas ini, maka para pecinta bulutangkis di Indonesia, bahkan dunia, bisa langsung menyimak pertandingan yang berlansung di lapangan secara real time.

Sirnas berikutnya yang akan diselenggarakan di Jakarta, diperkirakan akan menjadi Sirnas terbesar tahun ini. Panitia mengaku telah menyiapkan 15 lapangan di dua GOR untuk mengantisipasi jumlah peserta, yang bisa menjaring lebih dari 1000 peserta.

"Sirnas Jakarta biasanya akan menjadi Sirnas terbesar setiap tahunnya, jadi kami akan menyiapkan segala sesuatunya, termasuk menyiapkan lapangan yang akan dipakai," ungkap ketua bidang turnamen dan perwasitan PB PBSI, Mimi Irawan.

Kita nantikan lanjutan Djarum Sirkuit Nasional Bulutangkis yang akan digelar pada 17 – 21 Mei mendatang.