Diluar Arena
Home > Berita > DILUAR ARENA > [Kilas Balik 2021] Prestasi Emas Atlet Difabel
05 Januari 2022
[Kilas Balik 2021] Prestasi Emas Atlet Difabel
 
 

Bicara mengenai bulutangkis, sudah sangat sering terdengar di telinga bahwa punggawa-punggawa kita membuat prestasi hebat. Tidak mau kalah dengan bulutangkis biasa, anak-anak bangsa yang difabel juga mengharumkan nama Indonesia di cabang para bulutangkis.

Di level Olimpiade-nya difabel yang bernama Paralympic atau Paralimpiade, atlet Indonesia berhasil meraih 2 medali emas, 2 medali perak, dan 2 medali perunggu. Adalah Leani Ratri Oktala mencatat 2 raihan emas dari nomor ganda putri SL3-SU5 bersama Khalimatus Saadiya dan ganda campuran SL3-SU5 bersama Hary Susanto. Ratri sendiri juga meraih medali perak di nomor tunggal putri SL4 setelah kalah di final dari atlet China di babak final.

Atas prestasi Ratri, atlet yang menjadi difabel karena kecelakaan motor ini, ia mendapat bonus 13,5 milyar. Khalimatus dan Harry mendapatkan bonus masing-masing 5,5 milyar. Rekannya yang lain mendapatkan medali dan bonus adalah Dheva Anrimusthi (perak tunggal putra SU5), Suryo Nugroho (perunggu tunggal putra SU5) dan Fredy Setiawan (perunggu tunggal putra SU4).

Selain itu, Ratri menerima bermacam penghargaan seperti Para-Badminton Female Player of the Year Award (pemain para bulutangkis putri terbaik dunia) untuk kedua kalinya. Lalu, atlet para sport putri terbaik Indonesia versi PWI SIWO Jaya. Sedangkan Hari terpilih sebagai atlet para sport putra terbaik Indonesia di ajang yang sama.

Prestasi juga ditunjukkan atlet-atlet difabel muda dalam ajang Asian Youth Paralympic Games di Bahrain. Tim para badminton Indonesia menyumbangkan 2 emas, 1 perak, dan 2 perunggu. Medali emas diraih Hikmat Ramdani (MS SU5), Hikmat Ramdani/Adinda Nugraheni (XD SL3-SL4/SU5). Lalu perak oleh Warining Rahayu (WS SU5) serta perunggu dari Anisa Fitriyani WS SU5 dan Adinda Nugraheni SL4. Mereka menjadi bagian dari atlet yang mendapatkan bonus total 5 Milyar dari pemerintah Bersama atlet cabang para sport lainnya.

Di level nasional, tahun ini juga dilaksanakan Peparnas (Pekan Paralimpiade Nasional) yang dilaksanakan beriringan dengan PON yang berlangsung di Papua.

Prestasi membanggakan yang dicetak atlet para bulutangkis ini cukuplah untuk mengingatkan agar selalu melakukan yang terbaik, apapun keterbatasannya.