Sirkuit Nasional
Home > Berita > Olimpiade Rio > [Olimpiade Rio 2016] Marin Buka Mata Dunia
23 Agustus 2016
[Olimpiade Rio 2016] Marin Buka Mata Dunia
 
 

Kemenangan Carolina Marin di babak final Opimpiade Rio 2016 semakin membuktikan dirinya bahwa saat ini ia adalah ratu bulutangkis putri dunia. Ia tuntas menjalankan misinya dengan baik. Medali emas di rebutnya dengan mengalahkan sejumlah pemain terbaik dunia. Saingan utamanya, Li Xuerui di hentikan dalam drama cidera yang di alami pemain China di babak semifinal. Li tak bisa menampilkan permainan terbaiknya di babak semifinal hingga ia harus menerima pil pahit kalah dari Marin. Di babak final, setelah berjuang selama tiga game, ia bisa membawa pulang medali emas untuk negaranya setelah menghentikan pemain India Sindhu PV.

Munculnya Marin sebagai pemain yang mampu merebut medali emas di ajang paling spektakuler ini seperti memberikan angin segar bagi perkembangan bulutangkis dunia, khususnya tunggal putri. Kini bulutangkis putri tak lagi di dimonasi oleh negara-negara kuat dari Asia macam China, Indonesia, Korea Selatan, Jepang , Thailand dan Malaysia. Marin seakan menjadi pelepas dahaga akan bangkitnya bulutangkis dari belahan negara di luar Asia. Siapa yang menduga jika Spanyol, negeri tempat Marin berasal dan juga negeri yang dulu merupakan negara entah berantah dalam dunia bulutangkis kini justru tampil menjadi salah satu negara terbaik di bulutangkis. Putri Spanyol ini bahkan menjadi pemain putri Eropa pertama yang bisa meraih medali emas Olimpiade. Hal yang belum pernah bisa di lakukan oleh Denmark ataupun Inggris, negara yang lebih dulu kenal bulutangkis.

Marin dengan teriakan khasnya muncul sebagai Icon bulutangkis dan membawa misi kepada federasi olahraga dunia (IOC) bahwa bulutangkis kini sudah menjadi olahraga dunia dan tersebar di manca negara. IOC semestinya tak lagi memandang sebelah mata dengan olahraga yang menggunakan bola dari bulu angsa ini. Ancaman menghapuskan bulutangkis dari daftar cabang olahraga yang di pertandingkan di olimpik harus di kaji ulang. Karena memang bulutangkis kini sudah jauh lebih populer dan merata serta tak hanya ramai di kawasan Asia dan negara Eropa seperti Denmark, Inggris, Swedia saja, tetapi juga di kawasan lainya, termasuk belahan Eropa Barat tempat Marin berasal. Di Spanyol, prestasi Marin membuat bulutangkis menjadi sejajar dengan olahraga yang telah populer sebelumnya seperti Sepakbola dan Tenis. Tambahan satu emas dari Marin pun membuat Spanyol melesat naik dalam daftar perolehan medali di Olimpiade Rio 2016.  Spanyol masuk dalam daftar dua puluh besar negara-negara peraih medali terbanyak di Olimpiade Rio 2016.