Sirkuit Nasional
Home > Berita > SIRKUIT NASIONAL > [Djarum Sirnas Bali Open 2018] Tak Disangka ke Perempat final
07 November 2018
[Djarum Sirnas Bali Open 2018] Tak Disangka ke Perempat final
 
 

Turun di nomor tunggal taruna putri, pemain kelahiran Aceh klub PB Djarum ini tidak menyangka sama sekali langkahnya bisa melaju ke babak perempat final Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Bali Open 2018. Satu tiket perempat final itu didapat Mutia Dita Ainul Baroroh setelah mengalahkan wakil Exist Jakarta Farica Abela dalam pertarungan dua game langsung bertempat di GOR Lila Bhuana Denpasar, Bali, Rabu (7/11) ini.

Ketika ditemui, Mutia mengaku jika ia tak menyangka sama sekali mampu menerobos ke babak perempat final. Padahal tidak ada target khusus di nomor tunggal taruna itu, tapi ia berjanji di nomor ini ingin bermain sebagus mungkin. "Tidak menyangka ya, karena tidak ada target juga. Intinya bisa main bagus dan cari pengalaman aja. Dan Alhamdulillah hasilnya bagus, tapi tetap tidak boleh sombong. Karena masih ada pertandingan lagi." beber alumi Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2015.

Laga kedua yang berlangsung dilapangan dua. Mutia langsung menang dua game dalam durasi waktu 34 menit dengan angka akhir 21-16 dan 22-20. Dalam pertandingan tadi Mutia justru mendapat kendala di game duanya. Mutia dipaksa bertarung dalam duel adu setting.

"Game pertama padahal kalah angin, tapi malah lawan yang banyak salah. Game dua menang angin, pastinya lebih percaya diri. Sudah bisa kendaliin permainan tapi malah kekejar karena bolanya lawan sedikit lebih diuntungkan sama angin. Justru angka tertinggal 17-20 dari lawan. Saya coba sabar aja dan berusaha tidak mudah buat salah, itu kuncinya tadi. Bola sambungan lawan itu bagus dan tangannya juga bahaya, itu yang diwaspadai dari lawan tadi."tambahnya lagi.

Shabrina Aulia Yasmin asal klub Mutiara cardinal Bandung akan menjadi perjumpaan kali pertama bagi Mutia di babak perempat final yang akan berlangsung, Kamis (8/11) besok. Meski kali pertama bertemu, Mutia tak pantang menyerah. Bahkan Mutia optimis bisa mengimbangi pemain yang lebih senior darinya.

"Intinya berani main ngadu aja, soalkan lawan lebih senior dan tidak mau kalah aja. Optimis selalu juga sih, walau tidak diunggulkan." tutup Mutia. (ds)