
Jauh dari ujung timur Indonesia terbersit sebuah asa seorang bocah yang memiliki cita-cita yang tinggi. Alwin Fadhil Gobel, putra asli Gorontalo yang lahir 12 tahun silam memiliki hasrat yang tinggi agar bisa bergabung dengan PB Djarum. Ia tak takut jika kelak ia harus berpisah jauh dengan keluarga yang ia sayangi, jika ia bergabung dengan PB Djarum. Untuk mewujudkan tekadnya, ia pun terus berlatih setiap hari agar saat audisi Final bisa lolos dan bergabung dengan Klub yang bermarkas di Kudus, Jawa Tengah.
“Setiap hari saya latihan, fisik, teknik supaya bisa masuk Djarum,” celotehnya. Sehari-hari ia berlatih keras di PB AHN Pogambango, Gorontalo bersama sang pelatih Muhammad Fauzi Bakari. Saat latihan tak jarang ia didampingi oleh sang ayah, yang ternyata juga hobi bermain bulutangkis.
“Ayah yang ajak saya main bulutangkis. Dari situ saya suka bulutangkis,” tutur siswa SMP 1 Kabupaten Bone Bolange ini. Support orang tua ternyata luar biasa baginya. Saat ia menyatakan ingin mengikuti audisi sang papa pun menyambut dengan antusias. “Saya tau audisi dari televisi sama orang tua. Trus bilang sama papa kalo saya mau ikut. Trus papa setuju,” lanjutnya.
Saat ia dinyatakan lulus untuk mengikuti audisi final, rasa haru, bangga senang campur jadi satu. Apalagi ia menjadi satu-satunya dari dua puluh peserta asal Gorontalo yang lolos final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2016. “Senang, bangga. papa dan mama juga,” sambungnya.
“Syukur Alhamdulillah. Anak saya lulus ikut final audisi. Masyarakat Makasar. Pelatih, Ketua PBSI Bone Bolango juga ikut bangga dan senang. Mudah-mudahan nanti di kudus bisa lolos,” ujar Muhammad Farid ayahanda dari Alwin.
Tak hanya usaha keras yang ia persiapkan . Alwin juga selalu tekun berdoa saat shalat lima waktu. “Setiap sholat lima waktu saya selalu berdoa supaya lolos di final,” ungkap penggemar Mohammad Ahsan.
“Saya pengen seperti Owi/Butet,” harapnya.
