Sirkuit Nasional
Home > Berita > SIRKUIT NASIONAL > [Hydroplus Sirnas A Jateng 2026] Hendrawan Mulai Wujudkan Misi Besar, Tunggal Putri PB Djarum Bersinar di Sirnas Jateng 2026
09 Mei 2026
[Hydroplus Sirnas A Jateng 2026] Hendrawan Mulai Wujudkan Misi Besar, Tunggal Putri PB Djarum Bersinar di Sirnas Jateng 2026
 
 

PB Djarum kembali menunjukkan dominasinya di sektor tunggal putri dengan menyapu bersih gelar juara pada ajang Hydroplus Sirkuit Nasional (Sirnas) A Jawa Tengah 2026 yang berlangsung di GOR Djarum Jati, Sabtu (9/5).

Keberhasilan tersebut menjadi bukti kuat pembinaan sektor tunggal putri PB Djarum yang terus berkembang di berbagai kelompok usia, mulai dari remaja hingga dewasa.

Pada nomor tunggal remaja putri, Kalia Rahmadani dari PB Djarum tampil impresif saat mengalahkan Wa Ode Andita Julianti (AIC) dengan skor 21-17, 13-21, 21-14. Pertandingan berlangsung sengit sejak gim pertama, namun Kalia mampu tampil lebih tenang di gim penentuan untuk memastikan gelar juara.

Sementara di sektor tunggal taruna putri, Christabel Calista Purwanto sukses meraih gelar usai menundukkan Raisya Affatunisa dari PB Djarum dua gim langsung 21-10, 21-15. Gelar ini menjadi pencapaian penting bagi Calista setelah sebelumnya beberapa kali gagal di partai final.

Adapun pada nomor tunggal dewasa putri, Sausan Dwi Ramadhani dari PB Djarum berhasil mengatasi perlawanan Jolin Angelia (Pelatnas) lewat pertandingan tiga gim dengan skor 21-16, 10-21, 21-9.

Technical Advisor tunggal putri PB Djarum, Hendrawan, mengaku bangga dengan perjuangan para atletnya sepanjang turnamen.

Saya gak tahu apakah sesuatu hal yang luar biasa, karena dulunya pernah terjadi awal tahun 2025 di Sirnas Jawa Timur. Secara penampilan saya lihat pemain bisa mengeluarkan yang terbaik. Bukan sekadar juaranya saja, tetapi perjuangan mereka di lapangan perlu diapresiasi,” ungkap Hendrawan.

Ia juga memberikan perhatian khusus kepada Raisya Affatunisa yang dinilai tampil konsisten meski gagal mempertahankan gelar.

Terutama Raisya yang di Surabaya juara dan di sini final. Bahwa dia cukup konsisten meskipun kali ini harus kalah dari Calista,” kata Hendrawan.

Menurut Hendrawan, keberhasilan Christabel Calista Purwanto meraih gelar perdana setelah tiga kali tampil di final menjadi momentum penting untuk meningkatkan kepercayaan dirinya menjelang turnamen internasional.

Calista akhirnya bisa juara untuk pertama kalinya di tiga kali kesempatan final. Saya berharap dari sini bisa menambah motivasi dia karena selanjutnya ada Asia Junior Championships di Jepang,” paparnya.

Selain itu, Hendrawan juga menilai performa Sausan dan Kalia menunjukkan perkembangan positif meski keduanya masih berada di tahap awal karier pada level masing-masing.

Sausan yang baru tahun kedua di dewasa dan Kalia yang baru tahun pertama di remaja, cukup bagus hasilnya. Tetapi saya sudah pesan ke anak-anak perjalanan mereka masih panjang,” ujarnya.

Hendrawan menegaskan keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama seluruh tim PB Djarum, mulai dari pelatih, atlet hingga tim pendukung.

Keberhasilan ini tentu kerja sama tim yang baik antara pelatih, atlet dan tim pendukung PB Djarum. Karena berkat mereka yang selalu menjaga anak-anak selama latihan maupun pertandingan bisa mendapatkan hasil seperti ini,” tutur Hendrawan.

Peraih medali perak Olimpiade Sydney 2000 itu juga mengungkapkan visinya sejak bergabung dengan PB Djarum pada Desember 2024 sebagai penasihat teknik tunggal putri.

Saya sendiri awal bergabung ingin memberikan pengalaman saya sebagai pemain dan pelatih di level dunia. Jadi ingin mencoba mengombinasikan pengalaman saya di level dunia seperti apa, dan diskusi dengan pelatih di PB Djarum. Saya harap ini awal yang baik, mudah-mudahan prestasi kita lebih maksimal. Tidak hanya nasional tapi inginnya berada di level dunia,” jelasnya.

Hendrawan merupakan salah satu legenda bulu tangkis Indonesia yang kini dipercaya menjadi Technical Advisor tunggal putri PB Djarum sejak Desember 2024.

Prestasi terbesar Hendrawan sebagai atlet adalah meraih medali perak Olimpiade Sydney 2000. Setelah pensiun, ia memiliki pengalaman panjang sebagai pelatih, baik di Indonesia maupun Malaysia.

Karier kepelatihannya meliputi pelatih tunggal putri Pelatnas PBSI (2004-2006), pelatih tunggal putra Pelatnas PBSI (2006-2009), pelatih tunggal putra pratama BAM Malaysia (2009-2015) dan pelatih tunggal putra utama BAM Malaysia (2015-2024).

Selama menangani sektor tunggal putra utama Malaysia, Hendrawan dikenal sebagai salah satu pelatih yang berperan penting dalam perjalanan karier Lee Chong Wei dan Lee Zii Jia di level dunia. (AH)