Sirkuit Nasional
Home > Berita > SIRKUIT NASIONAL > Menjelang Sirnas Kalimantan (Bag. 5)
08 Februari 2010
Menjelang Sirnas Kalimantan (Bag. 5)
 
 

Jones Ralfy Jansen Berharap Juara di Semua Sirnas

Jones, demikian sapaan karibnya, telah berusia 17 tahun tiga bulan. Tahun ini akan menjadi tahun Sirkuit Nasional (Sirnas) terakhirnya di kategori Taruna, dan karenanya ia pun berharap dapat memenangkan semua rentetan Sirnas yang diikutinya sepanjang tahun ini, baik di partai ganda putra maupun campuran. "Karena (tahun) ini akan menjadi tahun terakhir saya di Taruna," ujar Jones.

Kelahiran Jakarta, 12 November 1992 ini, mantap melangkah menuju deretan Sirnas-Sirnas 2010 walaupun ia berkata tidak ada persiapan latihan khusus.

"Latihan seperti biasa ... (namun) perlu lebih melatih mental dan tenaga kaki," ujarnya bersahabat. Di Sirnas pertama tahun ini di Balikpapan, ia hanya akan bertanding di sektor ganda putra karena pasangan ganda campurannya, Nurbeta Kwanrico, ikut Seleknas. "Tetapi setelah Sirnas Kalimantan saya akan bertanding di keduanya (ganda putra dan ganda campuran - red)."

Jones memang bukan orang baru di Sirnas. Ia telah mengecap pengalaman ber-Sirnas sejak tahun 2007.

"Saat itu saya masih kategori Remaja, partai ganda putra," kenangnya tentang Sirnas pertamanya tersebut. Sejak itu, ia telah mengoleksi banyak gelar Sirnas baik dari partai ganda putra maupun campuran, seperti di Sirnas Jawa Tengah dan Jawa Timur 2009 serta serentetan gelar Sirnas pada tahun- tahun sebelumnya

Kilaunya tidak hanya di gelanggang Sirnas. Adik dari atlet putri PB Djarum, Cisita Joity Jansen, ini juga tercatat pernah menjuarai Kejuaraan Daerah (Kejurda) Jawa Tengah 2009, menjadi runner up di Tangkas Alfamart International Challenge 2009 dan juara III di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Jakarta 2008, serta menjuarai Gubernur Cup Kudus 2008.

Ialah salah satu aset berharga yang dimiliki oleh Indonesia.

Mengenal bulutangkis pada usia empat tahun dari sang ayah yang juga gemar bermain bulutangkis, Jones mulai diarahkan bermain bulutangkis sejak usia enam tahun dengan masuk ke klub anak-anak di area dekat rumahnya di Jakarta Utara. Dengan semakin seriusnya pilihan hidup berbulutangkis, pada usia 15 tahun, ia memberanikan dirinya mengunjungi PB Djarum dan setelah melalui tes serta masa percobaan, ia akhirnya diterima masuk di PB Djarum dan sebulan kemudian, ia langsung menjadi juara di Cirebon.

"Sejak itu, saya menetap disini deh," tukas pemuda murah senyum ini.

Ia sendiri berharap suatu saat nanti dapat bergabung dengan Pelatnas agar dapat memiliki kesempatan untuk membela negara di ajang bergengsi seperti Olimpiade, Sudirman Cup, dan Thomas Cup. Tentunya saat sang pelatih dan PB Djarum menganggapnya siap.

"Saya menyerahkan sepenuhnya kepada mereka karena saya yakin mereka tahu yang terbaik buat saya," tuturnya. All the best, ya, Jones! (DC)