Sirkuit Nasional
Home > Berita > SIRKUIT NASIONAL > [Hydroplus Sirnas A DKI Jakarta 2026] Rebut Gelar Juara, Atresia/Aurelia Jadikan Modal Berharga Menuju Kejuaraan Dunia Junior
08 Agustus 2026
[Hydroplus Sirnas A DKI Jakarta 2026] Rebut Gelar Juara, Atresia/Aurelia Jadikan Modal Berharga Menuju Kejuaraan Dunia Junior
 
 

Ganda taruna putri andalan PB Djarum, Atresia Naufa Candani/Aurelia Syakira Putri, sukses meraih gelar juara pada turnamen bulutangkis Sirkuit Nasional (Sirnas) A DKI Jakarta 2026. Gelar ini dipastikan setelah mereka memenangi laga All-PB Djarum Final pada Sabtu (8/8).

Berlaga di Gelanggang Remaja Tanjung Priok, Jakarta, Atresia/Aurelia yang datang sebagai unggulan pertama tampil gemilang. Mereka berhasil menundukkan rekan satu klubnya, Rachel Machalul Cahya Ayu/Vica Velicia, melalui permainan dua game langsung dengan skor meyakinkan 21-14, 21-10.

Kemenangan ini terasa sangat istimewa sekaligus menjadi ajang pembuktian bagi Atresia/Aurelia. Pasalnya, pada turnamen Piala Kapolri 2026 sebelumnya, langkah mereka secara mengejutkan harus terhenti di babak 8 besar usai ditaklukkan oleh pasangan juniornya, Aqelatul A. Rahma/Wilia Renasya.

"Alhamdulillah senang sih bisa juara. Kemarin di Piala Kapolri kan sempat terhenti di 8 besar. Jadi, senang saja karena bisa juara di sini," ungkap Aurelia usai bertanding.

Kegagalan di turnamen sebelumnya diakui menjadi pelecut semangat dan bahan evaluasi penting. "Setelah Kapolri itu, kami lebih ke memperbaiki diri, apa yang kami kurang kemarin. Terus dari strategi, pola permainan, maupun fokus juga diperbaiki," tambah Atresia.

Gelar juara Sirnas A DKI Jakarta 2026 ini menjadi modal yang sangat krusial, mengingat ini adalah turnamen terakhir mereka sebelum bertolak ke ajang bergengsi BWF World Junior Championship (WJC) atau Kejuaraan Dunia Junior.

Terkait kesiapan menuju turnamen level dunia tersebut, mereka mengaku sudah sangat siap, terutama dari segi permainan. "Saya rasa kita berdua sudah siap sih. Cuma mungkin agak diperbaiki di fokus sama non-tekniknya saja. Untuk teknik kita sudah cukup," jelas Aurelia.

Mereka pun tak ragu mematok target juara di WJC nanti dengan komitmen memberikan penampilan yang maksimal.

Di sisi lain, ajang WJC tahun ini akan menghadirkan tantangan baru dengan diterapkannya sistem skor 15x3 (15 poin, best of three) untuk kategori perorangan. Meski mengaku belum pernah bertanding menggunakan format tersebut, Atresia/Aurelia merasa tidak ada kendala berarti.

Menurut mereka, sistem 15 poin menuntut pemain untuk langsung fokus sejak awal pertandingan. "Karena game 15, kita kan pasti harus sudah siap. Masuk lapangan itu sudah harus siap, enggak boleh kayak enggak fokus atau mati sendiri," papar Atresia.

Menariknya, format poin pendek ini justru dirasa sangat cocok dengan karakter permainan mereka. Ganda taruna putri PB Djarum ini mengaku bukan tipe pemain yang 'lambat panas'. Gaya bermain mereka yang agresif dan suka menekan sejak menit pertama diyakini akan menjadi senjata ampuh untuk menaklukkan sistem skor baru di Kejuaraan Dunia Junior mendatang. (NFA)