
Penerapan skor baru rupanya belum sepenuhnya bisa langsung diadaptasi oleh para pemain. Kebanyakan pemain masih harus meraba-raba pola yang cocok dengan skor baru. Hal ini yang dirasakan oleh pasangan asal PB Djarum Timothy Lionel Warokka/Bunga Kirana Larasati yang bertanding pada kelompok ganda remaja campuran saat bertanding pada babak 32 besar yang dilangsungkan hari ini (10/9). Bahkan Timothy/Bunga nyaris tersingkir saat berhadapan dengan Azala Alifa/Yudhistira/Miftakhul Jannah Mika Isa Mahendra. Pada gim ketiga, Timothy/Bunga sempat tertinggal 12-14. Untungnya mereka bisa membalikkan keadaan hingga menang secara keseluruhan dengan 15-10, 9-15, 16-14.
“Tadi sebenarnya mainnya masih kurang enak. Apalagi gim ketiga udah ketinggalan 12-14. Tapi akhirnya bisa menang 16-14,” ujar Timothy.
“Saya masih belum bisa adaptasi dengan gim 15, jadi waktu ketinggalan di gim ketiga 5 - 11 jadi pressurenya seperti luar biasa. Karena mereka sebentar lagi dapat poin 15. Akhirnya saya mikirnya mainnya enak aja. Tapi dalam diri saya sih mau fokus pada permainan masing-masing. Trus tadi sempat angkanya kejar-kejaran jadi ingat waktu saya latihan. Jadi saya main aman aja, asal masuk aja akhirnya bisa lebih tenang,” ujar Bunga.
Bagi Bunga bertanding dengan menggunakan format 15 terasa sekali tekanan yang luar biasa. “Jadi kalo ketinggalan poin kerasa banget kalo ga megang startnya,” tambah Bunga.
“Tadi pelatih meminta kita untuk mainnya lebih tenang, trus jangan gampang mati,” ungkap Timothy.
Timothy/Bunga merasa perlu membuat lebih tenang lagi untuk menghadapi pertandingan babak 16 besar. Terbukti dengan ketenangan mereka bisa mengalahkan pasangan Joshua Davian Anantasena/Leilani Faranesha dengan skor identik 15-9, 15-9. Bekal kemenangan inilah yang membawa mereka lolos ke babak delapan besar.
Tinggal selangkah lagi Timothy/Bunga bisa tembus ke babak semifinal. Bagi Timothy/Bunga syarat lolos ke babak empat besar adalah harus bisa menghentikan permainan pasangan Irbam Nabil Hazzaki/Cheryl Putri Ayu Ramadhani. (AR)
