Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > [Piala Thomas dan Uber 2016] Peluang Indonesia – Thailand : 55-45
17 Mei 2016
[Piala Thomas dan Uber 2016] Peluang Indonesia – Thailand : 55-45
 
 

Optimistis kembali dicetuskan oleh Manajer tim Piala Thomas dan Uber Indonesia, Rexy Mainaky. Ia tetap beranggapan jika pasukan Indonesia di Piala Thomas akan bisa menggulung tim negeri gajah putih, Thailand. Baik pelatih maupun dan manajer tim telah memiliki analisa serta perhitungan yang kuat akan pertandingan Indonesia melawan Thailand yang akan dilangsungkan malam nanti pukul 19.00 waktu setempat.

Pemilihan Tommy sebagai tunggal pertama selain karena pengalamannya  bermain dalam tim, secara head to head pun lebih menjanjikan dibandingkan jika Jonatan Christie yang dimainkan sebagai tunggal pertama. Kedudukan saat ini antara Tommy Sugiarto adalah imbang 2-2. Tommy terlihat lebih siap berhadapan dengan Tanongsak, karena pada pertemuan terakhir ia bisa mengambil kemenangan. Sementara Jonatan, belum pernah sama sekali berhadapan dengan Tanongsak.

Sama halnya dengan Tommy, Jonatan pun bermain dalam posisi imbang dalam kemenangan dengan tunggal kedua Thailand Khosit Phetradab. Kedudukan 1-1 masih belum berubah sampai saat ini. Hanya saja Jojo kalah rubber game dari lawan yang sama pada kejuaraan Chinese Taipei Open Grand Prix Gold 2015.

Peluang terbesar untuk merebut angka sebenarnya ada pada tunggal ketiga melalui Anthony Sinisuka Ginting. Jika peringkat di jadikan acuan, semestinya pemain yang biasa disapa dengan Ginting ini bisa menyumbangkan angka kemenangan. Saat ini peringkat Ginting ada diurutan 23 dunia sementara lawan ada di peringkat 201 dunia.

Sadar akan kekuatan ganda Indonesia, Thailand merubah komposisi pasangan yang mereka miliki. Thailand sebenarnya memiliki Bodin Issara/Nitiphon Puangpuapech sebagai ganda terbaik yang dimilikinya. Agar konsentrasi Angga/Ricky yang turun sebagai ganda pertama pecah, mereka merombak  Nitiphon Puangpuapech menjadi berpasangan dengan Kedren Kittinupong.

Hal yang sama juga terjadi di ganda kedua yang di usung negeri gajah putih. Alih-alih ingin merebut angka kemenangan mereka memainkan Bodin Issara dengan Dechapol Puavaraukroh untuk berhadapan dengan Kevin Sanjaya Sukomulyo/Marcus Fernaldi Gideon.

Strategi yang dimainkan oleh Thailand bisa jadi menunjukkan pesimistis mereka untuk menghadapi Indonesia. Namun Indonesia tak mau jumawa dan hanya berani menyebut prosentase 55-45 untuk kemenangan Indonesia. (AR)