Turnamen Internasional
Home > Berita > Turnamen Internasional > [Indonesia Juara] Indonesia di Thomas Cup 1958, Vini Vidi Vici
16 September 2020
[Indonesia Juara] Indonesia di Thomas Cup 1958, Vini Vidi Vici
 
 

Siapa yang bisa menduga jika Indonesia bisa merebut Piala Thomas untuk pertama kalinya pada tahun 1958. Pasalnya masa itu negeri Jiran, Malaysia sedang berada pada puncak kejayaannya di perebutan Piala Thomas. Apalagi Malaysia sudah tiga kali merebut piala lambang supremasi beregu putra dan sekaligus juara bertahan.

Tetapi Indonesia datang dengan misi yang luar biasa. Vini Vidi Vici, saya datang, saya melihat, saya menang. Bahasa latin yang tepat yang menggambarkan Indonesia pada masa itu. Bagaimana tidak, Indonesia pada tahun 1958 hanyalah negara baru di kancah bulutangkis dunia. Singapore Badminton Hall, Singapore menjadi saksi betapa pasukan merah putih begitu digdaya. Bertemu dengan Malaysia di babak final, Indonesia langsung membabatnya dengan hasil 6-3.

Perjalanan tim Indonesia menuju babak puncak dilalui dengan mengalahkan kekuatan bulutangkis pada jaman itu. Amerika Serikat dilibat 7-2, Denmark disikat 6-3, lalu Thailand dihentikan dengan 8-1. Ketika itu babak final dilangsungkan dalam dua hari, yakni tanggal 14-15 Juni 1958.

Hari pertama, Indonesia melesat unggul 3-1. Malaysia sangat mengandalkan Eddy Chong yang merupakan juara All England empat kali. Mimpi buruk Malaysia pun dimulai. Siapa sangka, Eddy Chong bertekuk lutut ditangan pebulutangkis Indonesia Ferry Sonneville.  Ferry menang straight game 15-12, 15-4.

Lalu Tan Joe Hok yang turun sebagai tunggal kedua Indonesia juga memetik kemenangan atas Teh Kew San juga dengan dua game 18-14, 15-4. Angka ketiga bagi Indonesia disumbangkan oleh pasangan ganda putra Tan King Gwan/Njoo Kim Bie yang menang atas Johny Heah/Lim Say Hup dengan kedudukan akhir 7-15, 15-5, 18-15. Satu-satunya kekalahan di hari pertama diderita pasangan Ferry Sonneville/Tan Joe Hok, 15-18, 5-15 dari ganda Malaysia, Eddy Chong/Ooi Teik Huk.

Kemenangan Indonesia tinggal menghitung jari. Pada pertandingan hari kedua keperkasaan para pemain Indonesia tidak luntur. Tan Joe Hok yang ketika itu masih berusia 20 tahun melumat Eddy Chong dengan 15-11, 15-6. Ferry Sonneville menjadi penentu kemenangan Indonesia atas Malaysia. Bertanding pada partai ke enam, Ferry menang atas Teh Kew San dengan skor 13-15, 15-13, 18-16.

Kemenangan Ferry membuat Indonesia secara tim menang telak dengan 5-1. Walau sudah menang, tetapi tiga partai sisa tetap dimainkan. Eddy Jusuf memperbesar kemenangan Indonesia menjadi 6-1 usai menekuk Abdullah Piruz dengan 6-15, 15-10, 15-8. Dua partai tersisa diambil Malaysia. Tan King Gwan/Njoo Kim Bie menyerah 18-16, 9-15, Ret dari Eddy Chong/Ooi Tek Hok. Partai terakhir yang memainkan Ferry/Joe Hok melawan Johny Heah/Lim Say Hup juga dimenangkan pasangan Malaysia dengan angka 1-15, 1-15. (AR)