Atlet tunggal putra PB Djarum, Andre Kurniawan Tedjono ikut memperkuat tim merah-putih di ajang German Open Grand Prix Gold yang akan berlangsung mulai hari ini (28/2). Turnamen ini merupakan yang pertama dari rangkaian turnamen seri Eropa yang diikuti sejumlah pemain Indonesia tahun ini.

Andre akan bertemu pemain terbaik Ceko, Petr Koukal di babak awal. Mereka memang belum pernah bertemu sebelumnya, tetapi keduanya termasuk pemain yang sudah lama hadir di kancah perbulutangkisan dunia. Tentunya Andre pun telah mengetahui gaya permainan Petr.
Jika Andre melewati Petr, maka kemungkinan besar Andre akan bertemu unggulan ketiga asal Jepang, Sho Sasaki yang pantang menyerah. Melawan Sho, Andre pernah menang saat bertemu di Indonesia Open 2004, namun di tiga pertemuan selanjutnya, Sho merebut kemenangan.
Pertemuan kali ini juga menjadi reuni mereka di Jerman untuk kedua kalinya. Empat tahun lalu mereka pernah bertemu dan Andre akhirnya harus mengakui keunggulan Sho setelah berjuang melalui rubber game.

Andre tak sendirian. Ia memperkuat skuad tunggal putra Pelatnas yang diwakili oleh Dionysius Hayom Rumbaka, Simon Santoso, Tommy Sugiarto, dan Sony Dwi Kuncoro. Pelatnas juga mengirim semua pemain utama dari keempat partai lainnya ke Mulheim an der Ruhr, Jerman. Hayom akan menjumpai lawan pertamanya dari Belgia, Tan Yuhan. Sony bertemu unggulan ke-13 Wong Wing Ki (Hongkong). Sedangkan Tommy dan Simon masih menunggu lawannya yang berhasil lolos dari babak kualifikasi. Pertandingan kualifikasi sendiri dimulai pukul 09.00 waktu setempat, dan dilanjutkan babak utama pukul 17.00 waktu setetmpat.
Di partai tunggal putra ini, banyak lawan papan atas yang nampaknya turut hendak mendulang poin untuk Olimpiade Juli nanti. Di antaranya adalah Lin Dan dan Chen Jin (China), Lee Hyun Ill (Korsel), serta Boonsak Ponsana (Thailand).
Turun bertanding pula di hari pertama ini, dua pemain tunggal putri Maria Febe Kusumastuti dan Lindaweny Fanetri. Febe akan bersua Victoria Montero (Meksiko) dan Linda akan berhadapan dengan pemain Austria Claudia Mayer. Kedua pemain putri Indonesia ini memang harus merintis perjuangan mulai babak kualifikasi. (DC)