Turnamen Internasional
Home > Berita > Turnamen Internasional > [Indonesia Juara] 2002, Juara Lima Kali Berturut-turut
03 Oktober 2020
[Indonesia Juara] 2002, Juara Lima Kali Berturut-turut
 
 

Tantangan berat bagi tim Piala Thomas di tahun 2002 adalah ketika pasukan Cipayung harus bertanding mempertahankan Piala Thomas di kandang naga, Tiongkok. Kala itu, Indonesia harus kehilangan salah satu spesialis ganda yakni Tony Gunawan yang memutuskan undur diri dari Pelatnas. Beruntung, tunggal putra Taufik Hidayat yang sempat memilih bermain di Singapura, kembali ke Tanah Air dan memperkuat tim Piala Thomas Indonesia.

Taufik mengisi kekuatan tunggal putra bersama Hendrawan, Marleve Mainaky, Budi Santoso, dan Rony Agustinus. Mundurnya Tony menyisakan Candra Wijaya, Sigit Budiarto, Halim Haryanto, Tri Kusharjanto, dan Bambang Supriyanto pada sektor ganda putra.

Pada putaran final Piala Thomas di Guangzhou, Tiongkok, Indonesia berada pada grup B bersama unggulan kedua Malaysia, Thailand, dan Jerman. Tiongkok yang merupakan unggulan pertama, berada di grup A bersama Denmark, Korsel, dan Swedia.

Indonesia membuka kemenangan pertama dengan mengalahkan Thailand 5-0. Kemenangan kedua diperoleh setelah menang dari Malaysia 4-1. Indonesia kembali mendapat kemenangan besar pada pertandingan ketiga putaran penyisihan grup, dengan pesta kemenangan 5-0 dari Jerman. Berbekal tiga kali kemenangan membuat Indonesia memimpin grup B dan bertemu dengan Denmark pada babak semifinal, sementara Tiongkok akan menghadapi Malaysia.

Di babak semifinal, Indonesia langsung memborong tiga kemenangan. Marleve tancap gas dengan mengalahkan Kenneth Jonassen, 3-7, 6-8, 7-5, 7-0, 7-2. Lalu Candra Wijaya/Sigit Budiarto menambah kemenangan Indonesia menjadi 2-0. Candra/Sigit unggul dari ganda Denmark, Jens Erikssen/Martin Laundgaard Hansen, 7-1, 7-2, 6-8, 7-4. Satu angka penentuan direbut oleh Taufik Hidayat atas Anders Boesen dengan 6-8, 3-7, 7-5, 7-3, 7-1. Tiket babak final pun menjadi milik Indonesia yang bertemu dengan Malaysia di babak final. Malaysia di luar dugaan menghentikan favorit juara, Tiongkok pada babak semifinal dengan 3-1.

Duel negara semenanjung Melayu pun tidak terelakkan. Indonesia dan Malaysia terlibat pertandingan panas pada babak final. Indonesia tertinggal terlebih dahulu. Marleve Mainaky gagal menahan Wong Choon Han. Marleve kalah 5-7, 5-7, 1-7. Pasangan Candra/Sigit bisa menyamakan kedudukan menjadi 1-1 usai mengalahkan Chan Chong Ming/Chew Choon Eng, 7-3, 7-4, 7-2.

Taufik yang dipertahankan sebagai tunggal kedua belum berhasil menambah kemenangan bagi Indonesia. Taufik kalah lima game 7-1, 5-7, 2-7, 7-2, 3-7 dari Lee Tsuen Seng. Ganda putra kembali menjadi kartu as bagi Indonesia. Pasangan Halim Haryanto/Tri Kusharjanto membuat angka kembali imbang menjadi 2-2. Mereka mengalahkan andalan Malaysia Choong Tan Fook/Lee Wan Wah dengan 8-7, 7-8, 7-1, 7-3. Imbang 2-2, Indonesia menurunkan Hendrawan pada partai penentuan. Luar biasanya, Hendrawan bisa mengantar Indonesia kembali mempertahankan Piala Thomas. Tampil sebagai pemain penentu, tidak membuatnya gugup. Malah ia bisa mendikte permainan Roslin Hashim dan menang dengan 8-7, 7-2, 7-2. Indonesia pun menang 3-2 dari Malaysia.

Rekor baru pun tercipta. Indonesia berhasil mempertahankan piala Thomas lima kali berturut-turut sejak tahun 1994 – 2002. Sayang, tahun 2002 menjadi tahun terakhir Piala Thomas bermukim di Tanah Air. Lepas itu, Indonesia belum berhasil membawa kembali Piala Thomas ke pangkuan Ibu Pertiwi. (AR)