Turnamen Internasional
Home > Berita > Turnamen Internasional > [Indonesia Juara] 1979, Juara ke Tujuh Kali
22 September 2020
[Indonesia Juara] 1979, Juara ke Tujuh Kali
 
 

Jakarta kembali menjadi saksi kehebatan pemain-pemain putra Indonesia. Untuk ketujuh kalinya, Indonesia berhasil mengamankan Piala Thomas. Di hadapan publik tanah air yang memadati Istora Senayan, Jakarta, Rudy Hartono dan kawan-kawan menghentikan Denmark dengan angka sempurna 9-0.

Pasukan merah putih pada tahun 1979 tidak jauh berbeda dengan 1976. Posisi Rudy Hartono dan Liem Swie King  belum tergoyahkan pada kekuatan tunggal putra. Selain itu Indonesia masih punya Iie Sumirat dan Lius Pongoh.  Di ganda putra, Indonesia tetap mengandalkan Tjun Tjun/Johan Wahjudi serta Christian/Ade Candra.

Keganasan Indonesia sudah tercium sejak hari pertama dimulai. Indonesia menyimpan tenaga Lius Pongoh dan menurunkan Iie Sumirat di partai perdana. Iie Sumirat langsung membabat andalan Denmark Svend Pri dengan rubber game 11-15, 15-7, 15-10. Liem Swie King tak kalah gemilangnya. Pemilik “King Smash” ini juga bisa diandalkan untuk memetik kemenangan. King menang dari Morten Frost Hansen dengan 15-3, 15-6. Tjun Tjun/Johan Wahjudi memperbesar kemenangan Indonesia atas Denmark. Juara All England ini menang telak dari Flemming Delfs/Steen Skovgaard dengan 15-2, 15-3. Lim Swie King yang bermain lagi di nomor ganda dan berpasangan dengan Christian Hadinata menutup pertandingan hari pertama dengan kemenangan. King/Christian menang dari Steen Fladberg/Morten Frost Hansen dengan 15-8, 15-2. Indonesia memimpin di hari pertama dengan 4-0.

Kemenangan Indonesia secara tim dari Denmark ditentukan pada hari kedua. Penentu kemenangan kali ini adalah Rudy Hartono yang bermain pada partai kelima. Rudy sukses menghentikan Flemming Delfs yang merupakan juara All England 1977 dengan 15-10, 15-2. Kemenangan Rudy mengantar Indonesia memimpin 5-0 dari Denmark sekaligus mempertahankan Piala Thomas.

Empat partai sisa rupanya tidak disia-siakan oleh para pemain Indonesia. Ke empat partai tersebut semuanya disikat untuk Indonesia. Liem Swie King membuat pemain veteran Svend Pri jatuh bangun di karpet hijau. Berbekal 15-8, 15-1 Liem membawa Indonesia menang 6-0. Liem Swie King kembali turun bertanding di ganda putra bersama Christian Hadinata. Dalam partai yang sudah tidak menentukan lagi, King/Christian menang 17-16, 15-4 atas Flemming Delfs/Steen Skovgaard.

Iie Sumirat yang harus tampil dua kali di hari kedua juga memberikan dua kemenangan untuk Indonesia. Bermain di nomor tunggal, Iie menghempaskan Morten Frost Hansen dengan 12-15, 15-9, 15-8. Partai kesembilan semestinya Tjun Tjun berpasangan dengan Johan Wahjudi. Namun karena Johan sakit flu, posisinya digantikan oleh Iie. Aksi Iie bersama Tjun Tjun menyempurnakan kemenangan sempurna Indonesia tanpa balas usai menang dari Morten Frost Hansen/Steen Fladberg dengan 15-3, 15-5.  (AR)