
Pebulutangkis andalan India sekaligus idola publik Istora, Saina Nehwal harus angkat koper dari arena BCA Indonesia Open Superseries Premier 2016. Bertanding melawan Carolina Marin di babak perempat final pada Jum’at (3/6), Saina dipaksa mengakui keunggulan Carolina dengan 22-24 dan 11-21.
“Di pertandingan hari ini khususnya babak kedua, Carolina bermain dengan tempo cepat. Dia lebih banyak menyerang, dan dia pun lebih percaya diri setelah menang di game pertama,” ujar Saina.
Kedua tunggal putri papan atas dunia ini terakhir berjumpa di Superseris Finals yang digelar di Dubai bulan Desember lalu. Kala itu Saina sukses menang 23-21, 9-21 dan 21-12. “Di pertemuan di Dubai, saya berhasil memaksakan untuk banyak bermain rally. Itu menjadi kunci kemenangan saya,” tambahnya.
Usai tersingkir dari turnamen yang menawarkan hadiah total US$ 900 ribu ini, Saina akan fokus untuk bisa meraih hasil terbaik di turnamen berikutnya. “Saya berharap bisa mendapat hasil terbaik di turnamen berikutnya,” ujar penghuni rangking 8 dunia ini.
Saat ditanya apakah ia akan kembali ke Indonesia tahun depan, Saina menjawab singkat. “Saya akan mencoba untuk kembali tahun depan,” lanjutnya.
Saina sendiri memiliki sejarah baik di Istora. Tercatat ia berhasil menyabet gelar juara di tahun 2009, 2010 dan 2012. (RI)
