
Akhirnya penantian Bismo Raya Oktora untuk bisa meraih gelar juara terjawab di Polytron Surabaya International Challenge 2026. Bismo keluar sebagai juara tunggal putra setelah di laga final, Minggu (27/9) mengalahkan pemain sesama Indonesia, Chico Aura Dwi Wardoyo lewat pertarungan sengit tiga gim 21-13, 10-21, 21-17 di GOR Sudirman, Surabaya.
“Alhamdulillah, pertama-tama saya ingin mengucapkan rasa syukur karena hari ini saya bisa bermain dan menyelesaikan pertandingan tanpa mengalami cedera sedikit pun. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada warga Surabaya yang sudah memberikan antusiasme dan dukungannya sejak hari-hari sebelumnya, sampai akhirnya saya bisa berdiri di podium tertinggi ini,” ungkap Bismo.
Menanggapi pertandingannya tadi, Bismo yang tampil meyainkan di gim pertama, mengaku sempat tertekan di gim kedua. Namun di laga penentu, Bismo mampu bangkit hingga akhirnya meraih gelar juara.
“Di game pertama saya cukup yakin dengan diri sendiri dan bisa menyelesaikan set pertama dengan baik. Kemudian di set kedua saya mulai merasa tertekan oleh diri saya sendiri dan tidak bisa keluar dari tekanan tersebut. Saya mencoba bangkit lagi di set ketiga dan Alhamdulillah bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik,” papar Bismo.
“Saya juga merasa terharu karena selama ini para pelatih sudah memperjuangkan dan menemani saya dari bawah sampai akhirnya bisa berada di titik ini. Kemenangan ini saya dedikasikan untuk kedua orang tua saya, para pelatih saya, pengurus PBSI, dan orang-orang tersayang yang selama ini sudah mendukung saya,” pungkas Bismo. (AH)
