
Tim bulutangkis beregu putra Indonesia berada di ujung tanduk pada laga final Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Berlaga di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Ichinomiya, Jepang, Kamis (24/9), skuad Garuda untuk sementara harus tertinggal 0-2 dari rival kuatnya, China.
Ketertinggalan Indonesia dipastikan setelah pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, yang turun di partai kedua, gagal menyumbangkan poin. Berhadapan dengan ganda putra andalan China, Liang Weikeng/Wang Chang, Fajar/Fikri takluk lewat pertarungan sengit rubber game dengan skor 20-22, 21-19, dan 14-21.
Seusai pertandingan, Fajar/Fikri mengungkapkan kekecewaannya, terutama pada kegagalan merebut momentum di awal laga dan kesalahan di set penentu.
"Di game pertama sangat disayangkan, itu sebenarnya kesempatan untuk mengambil poin. Ya, itu lepas, dan kita coba di game kedua. Tapi di game ketiga tadi setelah interval kita banyak membuat kesalahan sendiri dan itu bikin lawan menjadi lebih percaya diri lagi," ungkap Fikri.
Lebih lanjut, Fajkar/Fikri mengakui ketangguhan permainan Liang/Wang pada laga final ini. Pertahanan rapat dan permainan net yang cerdik dari pasangan China menjadi kendala utama bagi Fajar/Fikri.
"Mereka lebih inisiatif buat menyerang, dan defense mereka juga luar biasa. Beberapa kali serangan kami tidak bisa langsung berbuah poin, malah serangan balik mereka jadi bumerang buat kami. Terutama Wang Chang, permainan depannya begitu kreatif dan begitu cepat," tambah Fajar menganalisis jalannya pertandingan.
Meski bertanding dalam kondisi tertinggal 0-1 dari partai sebelumnya, ganda putra Indonesia ini membantah jika hal tersebut menjadi beban mental. "Kalau dijadikan beban, nggak sih ya. Kami pengin bermain maksimal aja, pengin menyumbang angka. Tapi sayang sekali tidak bisa," jelas Fajar.
Sebelumnya, langkah berat Indonesia di partai puncak ini sudah dimulai sejak partai pertama. Tunggal putra Jonatan Christie harus mengakui keunggulan tunggal pertama China, Shi Yuqi, setelah kalah dalam dua gim langsung dengan skor 13-21 dan 18-21.
Kini, nasib tim beregu putra Indonesia berada di tangan tunggal putra, Alwi Farhan. Turun di partai ketiga, Alwi memikul beban hidup-mati melawan unggulan China lainnya, Li Sifeng.
Fajar/Fikri tetap menaruh asa besar kepada rekan-rekannya yang belum bertanding. "Semoga teman-teman di sisa pertandingan ini bisa menang dan akhirnya kita bisa membalikkan keadaan," pungkas Fajar. (NFA)
