
Gelar juara ganda campuran di kejuaraan bulutangkis Malaysia Open Super Series Premier 2016 akhirnya menjadi milik Indonesia. Adalah Pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang membawa pulang gelar juara ganda campuran dari kejuaraan yang menyediakan hadiah total USD 550.000,-. Babak final seperti menjadi klimaks dari perjuangan pasangan yang biasa di sapa dengan sebutan Owi/Butet. Tak mudah bagi Owi/Butet untuk bisa membawa pulang gelar juara. Chan Peng Son/Liu Ying Goh, pasangan asal tuan rumah, Malaysia bermain luar biasa, terutama Liu Ying Goh yang bermain apik di depan jaring.
Pasangan Indonesia memulai game perama dengan baik. Owi/Butet langsung berinisiatif menyerang sejak awal. Kerasnya smash Owi berulang kali membuahkan hasil. Owi/Butet pun melesat meninggalkan ganda Malaysia dengan 13-6. Namun setelah itu, ganda Indonesia seperti kehilangan konsentrasi. Ganda Malasyia diluar dugaan mengejar dan menyamakan menjadi 13-13. Hal yang sama kembali terjadi di ujung game pertama saat Owi/Butet memimpin 20-17. Ganda Malaysia lagi-lagi bisa menyusul dan membuat pertandingan melewati deuce. Beruntung Owi/Butet bisa menyelesaikan game pertama dengan 23-21.
Di game kedua ganda Indonesia tampil tertekan. Beberapa kesalahan yang di buat ganda Indonesia justru menguntungkan lawan. Ganda Malaysia pun menang di game kedua dengan 21-13.
Di game ketiga pasangan Indonesia kembali dengan konsentrasi penuh, terutama setelah perpindahan tempat. Lagi-lagi tak mudah bagi ganda untuk bisa menekuk lawan. Perlawanan ganda Malaysia rupanya hanya sampai di angka 16 saja. Setelah mendekat 17-16, Owi/Butet bisa merebut kemenangan dan menutup game ketiga dengan 21-16. Dengan hasil ini Owi/Butet berhak mengantongi hadiah sebesar USD 43.450,- sekaligus memperpanjang kemenangan dari ganda Malaysia dengan 7-1
“Malaysia hari ini bermain bagus. Kalau kami bener-bener nggak siap dan nggak tahan, kami nggak tahu bisa juara atau tidak,” ujar Owi seperti diutarakan pada badmintonindonesia.org.
“Kami tidak memikirkan head to head yang unggul. Walaupun kami unggul 6-1, tapi kami anggap ini 0-0 lagi. Kami harus tetap fokus pada pertandaingan dan tidak boleh lengah,” sambung Liliyana.
Hasil di Malaysia menjadi penanda bangkitnya Owi/Butet dari tidurnya selama ini. Gelar perdana di tahun ini menjadi modal bagi ganda utama Indonesia ini menuju Olimpiade 2016.
