
Tim bulutangkis Indonesia telah menunjuk dua sosok pemimpin untuk mengarungi persaingan nomor beregu di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Amri Syahnawi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti secara resmi didapuk sebagai kapten tim putra dan putri Indonesia.
Menariknya, penunjukan kedua pemain ini tidak dilakukan melalui penunjukan langsung, melainkan lewat mekanisme pemungutan suara (voting) di internal tim.
Proses pemilihan kapten ini berlangsung cukup santai melalui grup komunikasi WhatsApp tim. Amri mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan oleh rekan-rekannya.
“Di grup WhatsApp tim, ada beberapa nama yang bisa di-voting untuk menjadi kapten. Ternyata saya dan Fadia yang dipilih paling banyak. Kami merasa terhormat dan siap menjalankan tugas ini," ungkap Amri.
Sementara itu, Fadia memiliki cerita lucu di balik hasil voting tersebut. Ia sempat terkejut melihat jumlah suara yang masuk untuknya melebihi total anggota tim putri.
"Di grup itu kan campuran, ada tim putra dan tim putri. Pas saya lihat hasil voting-nya, kaget juga kok ada 15 suara, padahal tim putri hanya 10 orang. Ternyata pemain-pemain cowok dan pelatih juga voting untuk saya," sahut Fadia sambil tertawa.
Bagi Amri, mengemban tugas sebagai kapten di ajang sebesar Asian Games adalah pengalaman pertamanya. Ia tak menampik sempat merasa sungkan, mengingat di dalam skuad putra masih terdapat nama-nama senior sarat pengalaman seperti Jonatan Christie dan Fajar Alfian.
"Awalnya memang agak gugup dan agak tidak enak. Tapi lama-lama, karena di sini kami sering bareng, jalan dan makan bareng, ternyata suasananya sangat cair. Bonding di dalam tim juga terbangun cukup baik," cerita pemain spesialis ganda campuran tersebut.
Sebagai pemimpin tim putri, Fadia juga menekankan pentingnya kekompakan. Ia selalu mengingatkan rekan-rekannya untuk menanggalkan status senior dan junior saat berada di dalam tim.
"Saya sebagai kapten terus berpesan untuk semua agar membaur, kompak, dan tidak ada istilah senior-junior. Kita di sini satu untuk Indonesia," tegas pebulutangkis besutan PB Djarum itu.
Menatap pertandingan beregu yang akan segera bergulir, baik Amri maupun Fadia membawa optimisme tinggi. Keduanya menargetkan tim beregu Indonesia mampu menyumbangkan medali.
"Kalau harapannya, pasti kami bisa membawa pulang medali emas untuk tim putra. Semoga kami bisa selalu kompak dan hawa semangatnya terus dinaikkan," kata Amri mematok target tinggi.
"Untuk tim putri, kami berharap bisa mencapai target dengan mendapat medali. Jadi harus semangat, jangan takut melawan siapa pun," timpal Fadia.
Adapun skuad bulu tangkis Indonesia telah tiba di Nagoya sejak Kamis (17/9) siang waktu setempat. Karena tidak adanya Perkampungan Atlet yang terpusat pada edisi Asian Games kali ini, kontingen bulutangkis dari seluruh negara peserta ditempatkan di sebuah hotel khusus di kawasan Nagoya.
Dari hotel tersebut, Amri, Fadia, dan tim harus menempuh jarak sekitar 27 kilometer atau memakan waktu perjalanan sekitar 40 menit menuju arena pertandingan di Ichinomiya City Municipal Gymnasium. Pertandingan beregu sendiri dijadwalkan akan segera dimulai pada 20 September mendatang. (NFA)
