
Tiongkok begitu terkenal dengan kedigdayaannya di dunia bulutangkis. Tetapi di ajang All England, baru Gao Ling yang berhasil masuk ke jajaran atlet paling sukses di turnamen bulutangkis tertua dunia ini.
Jika Indonesia pertama kali membawa pulang gelar bergengsi ini pada tahun 1959 lewat tangan Tan Joe Hok, maka Tiongkok berhasil meraih dua gelar untuk pertama kalinya pada tahun 1982 melalui tunggal putri, Zhang Ailing dan ganda putri Lin Ying/Wu Dixi.
Meski terbilang menjadi salah satu negara yang paling “bungsu” menjadi kompetitor di turnamen ini, Tiongkok saat ini tercatat sudah berada di posisi ketiga raihan keseluruhan gelar.
Di posisi pertama masih diduduki Inggris. Inggris tercatat berhasil meraih 189 gelar yang sebagian gelarnya mereka koleksi diawal turnamen ini dimulai, disusul oleh Denmark dengan 87 gelar. Sementara itu Tiongkok tengah menguntit untuk menyalip raihan gelar Denmark, mereka saat ini mengoleksi 79 gelar. Disusul negeri kita tercinta dengan 43 gelar.
Gelar yang diraih Tiongkok sebagian besar disumbang melalui putri-putrinya. Mereka berhasil meraih 21 gelar tunggal putri dan 23 gelar ganda putri. Sementara raihan gelar Indonesia berasal dari sektor tunggal putra, dimana delapan diantaranya berhasil disumbangkan oleh Rudy Hartono. Kedelapan gelar ini pun berhasil menjadikan Rudy sebagai salah satu pemain tersukses di All England.
Sementara itu, dari ke 79 gelar yang dibawa pulang oleh negeri tirai bambu, baru Gao Ling yang berhasil masuk ke jajaran pemain tersukses. Atlet spesialis ganda yang terkenal dengan senyumannya dan sergapannya di depan net, menjadi pemain Tiongkok tersukses. Ia berhasil membawa 11 gelar juara.
Bersama Huang Sui, Gao berhasil meraih enam gelar beruntun pada tahun 2001 hingga 2006. Ia pun berhasil mengawinkan gelar pada tahun 2001, 2003 dan 2006 dengan menjadi juara ganda campuran bersama Zhang Jun. Dua gelar berikutnya berhasil ia raih bersama dengan Zheng Bo di tahun 2007 dan 2008.
Sedangkan wakil Inggris sekaligus pemegang rekor gelar terbanyak adalah George Alan Thomas yang sukses mengumpulkan 21 gelar. George sendiri mengoleksi gelarnya diawal turnamen ini digelar, yakni di tahun 1911 hingga 1923, ia berhasil mengumpulkan gelar melalui tunggal putra, ganda putra dan ganda campuran.
Diurutan kelima pengumpulan gelar terbanyak adalah Korea. Negeri ginseng sejauh ini mengoleksi 34 gelar, dimana sembilan diantaranya disumbangkan oleh Park Joo Bong. Empat gelar ia raih melalui ganda putra, dan lima gelar melalui ganda campuran. Chung Myung Hee pun berhasil mencatatkan prestasi yang sama. Chung mengumpulkan empat gelar ganda putri dan lima gelar ganda campuran.
Persaingan di Birmingham yang akan dimulai besok (8/3) pun tentu akan menjadi pertarungan yang layak disaksikan. Sejarah paling anyar Indonesia di arena All England adalah Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, mereka menjadi pasangan ganda campuran pertama asal Indonesia yang berhasil meraih tiga gelar beruntun. Sejarah baru mungkin saja terjadi di Barclaycard Arena. Dan semoga sejarah itu akan datang dari atlet berbendera merah putih di dada. (RI)
