Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > Berburu Gelar Di Negeri Matahari Terbit
05 April 2012
Berburu Gelar Di Negeri Matahari Terbit
 
 

Pasukan muda Indonesia kini mengalihkan perhatian dan konsentrasi ke negeri Matahari terbit, Jepang. Setelah sukses memboyong tiga gelar pada kejuaraan Vietnam International Challenge 2012 yang di langsungkan pekan lalu, kini mereka tengah mengincar gelar pada kejuaraan Osaka International Challenge 2012. Lima pasangan ganda putra Indonesia akan mulai menjalani pertandingan perdananya pada hari ini, Kamis (4/5).


Peluang juara ganda putra Osaka International Challenge 2012, Muhammad Ulinnuha/Ricky Karanda untuk mengulang sukses seperti di Vietnam terbuka lebar. Jika tidak ada aral melintang, Pasangan Indonesia yang di hargai sebagai unggulan ketujuh ini kemungkinan akan bertemu dengan unggulan keempat Jui Wei Liang/Kuan Hao Liao dari China Taipei di babak perempat final. Tetapi sebelumnya mereka harus bisa mengalahkan lawan-lawannya di babak awal. Pasangan Indonesia ini di babak pertama akan mengawali pertandingan dengan menghadapi pasangan dari China Taipei Po Jui Huang/Chang Kai Liang.  Mereka belum pernah bertemu dengan pasangan dari China Taipei. Melirik pada daftar peringkat dunia, semestinya pasangan Indonesia bisa menghentikan aksi pasangan China Taipei ini.


Masih di pool atas, pasangan Andrei Adistia/Christopher Rusdianto akan memulai pertandingan perdana dengan menghadapi pasangan dari China Yiji Xie/Jun Jie Yu. Seperti pada umumnya pemain China, biasanya mereka mempunyai kemampuan yang cukup menjanjian. Pasangan Indonesia yang menempati unggulan keenam harus mewaspadai hal ini. Konsentrasi dan fokus pada permainan harus tetap terjaga.


Praven Jordan/Didit Juang pun harus melakukan hal yang sama. Di babak pertama pasangan besutan PB Djarum yang berada pada paruh undian bawah ini akan menghadapi Chen Mingyu /Yang Fan dari China. Undian kurang menguntungkan menerpa mereka. Jika mampu melewati hadangan dari pemain negeri Tirai Bambu, di babak kedua mereka sudah langsung bertemu dengan unggulan kelima Hiroyuki Saeki/Ryota Taohata dari Jepang.


Rahmat Adianto/Berry Angriawan di prediksi akan menjamu unggulan ke delapan Takatoshi Kurose/Sho Zeniya dari Jepang di babak kedua. Untuk bisa menembus babak kedua, mereka harus bisa melewati hadangan pasangan China Taipei Chung Jen Chen/Chun Chieh Liao.


Markus Fernaldi/Agripinna Prima menjadi pasangan Indonesia yang memiliki emblem unggulan paling tertinggi di antara lainnya. Di hargai sebagai unggulan kedua, mereka berada di pool bawah. Kazuteru Kozai/Kosuke Yasumura dari Jepang menjadi lawan pertama mereka. Pasangan inilah yang menghentikan Edi Subaktiar/Arya Maulana pada babak final kualifikasi. Sempat menang dari pasangan Jepang lainnya Yusei Baba/Yuta Inamitsu dengan 21-12, 21-16 di babak pertama kualifikasi, Arya/Edi akhirnya kalah dari Kazuteru Kozai/Kasuke Yasumura dengan 21-23, 21-11 pada babak final kualifikasi.


Dua ganda putri yang di berangkatkan ke Jepang, menempati unggulan teratas. Jenna Gozali/Komala Dewi di hargai sebagai ungulan teratas. Sementara itu pasangan Gebby Ristiyani Imawan/Tiara Rosalia Nuraidah berada dibawahnya atau tepatnya menempati unggulan kedua. Gebby Ristiyani Imawan/Tiara Rosalia Nuraidah langsung bertemu salah satu pasangan dari China Jiang Yujing Jiang/Kang Yiling Kang di babak pertama. Sementara itu Jenna Gozali/Komala Dewi akan menghadapi pasangan yang lolos babak kualifikasi Rei Nagata/Momoko Segawa dari Jepang di babak pertama.


Ganda Campuran


Di ganda campuran, Indonesia akan menurunkan pasangan  Irfan Fadhilah/Weni Anggraini  dan Riky Widianto/Richi Dili Puspita. Kedua pasangan tersebut menjadi unggulan dan berpeluang besar untuk merebut gelar. Irfan Fadhilah/Weni Anggraini yang menjadi unggulan pertama akan bertemu pasangan Puavaranukroh Dechapol/Wiranpatch Hoongchookeat dari Thailand di babak pertama.


Sementara itu, unggulan kedua ganda campuran pada kejuaraan ini, Riky Widianto/Richi Dili Puspita akan menguji pertahanan pasangan negri tirai bambu, Jepang, Eitaroh Yoshikawa/Sayaka Hirota.


Meski diprediksikan mampu menguasai permainan, Irfan Fadhilah/Weni Anggraini dan Riky Widianto/Richi Dili Puspita tidak boleh lengah dan terburu-buru dalam menyelesaikan permainan pada turnamen yang berhadiah US$ 15,000 ini.

(AR/NM)