
Rasa percaya diri pasukan ganda campuran kian mantap di kejuaraan bulutangkis Singapore Open Super Series 2016. Indonesia datang di kejuaraan berhadiah total USD 350.000,- dengan dua andalannya di ganda campuran. Dua pilar Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Debby Susanto siap mengamankan gelar juara. Kehadiran dua juara Indonesia ini di lengkapi oleh Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja. Tampak hadir pula dua pasangan non pelatnas Irfan Fadhilah/Weni Anggraeni dan pasangan kakak beradik Markis Kido/Pia Zebadiah Bernadet.
Gelar juara yang baru di raih Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir akan membuat rasa percaya diri semakin tinggi. Hal ini di tambah lagi dengan posisi yang di tempatinya sebagai unggulan pertama. Apalagi saingan utamanya dari China Zhang Nan/Zhao Yunlei juga tampak tak hadir. Di jalur undiannya terdapat pasangan suami istri Chris Adcock/Gabrielle Adcock yang bakal menjadi kerikil tajam. Namun pasangan yang biasa di sapa dengan sebutan Owi/Butet tidak boleh lengah dengan pasangan-pasangan lain. Jika tidak fokus maka kesempatan untuk meraih gelar kedua akan kandas.
Pasangan Praveen Jordan/Debby Susanto duduk sebagai unggulan ke-5. Di babak pertama juara All England 2016 ini akan bertemu dengan ganda dari Jerman Michael Fuchs/Birgit Michels. Baru satukali Praveen/Debby bertemu ganda Jerman berperingkat 16 dunia ini. Kemenangan straight game di India Open Grand Prix Gold 2016 sepertinya akan menjadi untuk bisa mengulang kesuksesan. Lawan di babak kedua rasanya akan datang dari ganda Korea Selatan Kim Gi Jung/Shin Seung Chan. Jika terus melaju bukan tak mungkin mereka akan bersua dengan andalan China Xu Chen/Ma Jin.
Sementara itu ganda muda Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja akan menghadapi ganda senior Robert Mateusiak/Nadiezda Zieba. Dari catatan badan bulutangkis dunia belum terlihat pertemuan antar kedua pemain ini. Jika mampu melepaskan diri dari libatan ganda dari Polandia ini , sepertinya Edi/Gloria akan menjamu ganda kuat asal Korea Selatan, Ko Sung Hyun/Kim Ha Na di babak kedua. (AR)
