Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > [Australian Open Super Series 2015] Peluang Ganda Putra di Australia
26 Mei 2015
[Australian Open Super Series 2015] Peluang Ganda Putra di Australia
 
 

Indonesia memilik peluang untuk meraih juara di nomor ganda putra Australian Open Super Series 2015. Dari tiga pasangan yang terjun pada kejuaraan yang menyediakan hadiah total US$ 750.000,- ada nama pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Di pundak juara All England 2015 ini lah harapan membawa pulang gelar juara bertumpu di samping pasangan lainnya Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf dan Markis Kido/Agripinna Prima Rahmanto Putra.

Lawan-lawan tradisional pasukan merah putih tetap akan datang dari negara China, Korea Selatan, Jepang, Denmark, Malaysia dan juga lainnya. Korea Selatan memboyong peringkat satu dunia Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong sekaligus hadir sebagai unggulan pertama.

Tiga dari lima ganda China masuk dalam daftar unggulan.  Finalis All england 2015 Zhang Nan/Fu Haifeng terdaftar sebagai unggulan ke-7. Hanya saja tak nampak juara All England 2015 Mathias Boe/Carsten Mogensen. Kekuatan Denmark bertumpu pada ganda yang sedang naik daun, Mads Conrad Petersen/Mads Pieler Kolding. Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa mewakili Jepang sebagai unggulan ke-5

Ganda Indonesia sendiri hanya satu yang masuk dalam daftar unggulan, yakni pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Ganda nomor satu Indonesia ini duduk sebagai unggulan ke-2. Pada babak pertama, Ahsan/Hendra akan menjamu ganda Korea Selatan Ko Sung Hyun/Shin Baek Choel. Ini merupakan pertemuan pertama bagi kedua pasangan ini.

Jika menilik dari peringkat, semestinya Ahsan/Hendra bisa mengatasi ganda Korea Selatan yang kini ada di urutan 11 dunia. Namun Ahsan/Hendra harus tetap waspada karena ganda Korea Selatan terkenal akan keuletannya.

Di babak kedua nama pasangan Cai Yun/Kang Jun patut di kedepankan meski masih menjadi kekuatan misteri. Bagi Cai Yun ini merupakan pasangan ketiga setelah ia dipisahkan dari Fu Haifeng. Setelah dengan Fu Haifeng, ia sempat di padukan dengan Chai Biao dan Lu Kai. Di babak perempat final selain ganda Korea Selatan Kim Gi Jung/Kim Sa Rang yang menjadi unggulan ke-8, ada ganda China Liu Cheng/Lu Kai serta dua pasangan dari Jepang.

Peluang untuk lolos ke semifinal masih terbuka jika di lihat peringkat dan head to head antar pasangan. Dengan ganda Kim Gi Jung/Kim Sa Rang total kemenangan masih di pegang Ahsan/Hendra dengan 4-1. Pertemuan dengan Hirokatsu Hasimoto/Noriyasu Hirata juga berujung kemenangan 3-0 untuk Ahsan/Hendra.

Liu Cheng Semasa dengan Kang Jun, sudah tiga kali bertemu dengan Ahsan/Hendra dengan kemenangan semuanya di pegang ganda Indonesia. Dengan pasangan barunya, belum pernah sekalipun Ahsan/Hendra bertemu.

Di babak empat besar ada dua pasang lawan yang menjadi calon kuat untuk Ahsan/Hendra yakni Liu Xiaolong/Qiu Zihan dari China atau Le Sheng Mu/Tsai Chia Hsin aasl China Taipei. Jika di lihat dari rekor pertemuan, Ahsan/Hendra rasanya masih bisa di atasi. Hanya saja dengan ganda China semua kemenangan harus di lalui dengan rubber game. Sementara dengan ganda Taipei, Ahsan/Hendra menang straight game pada pertemuan terakhir di babak Play off perebutan Piala Sudirman 2015 lalu.

Jika babak final mempertemukan Ahsan/Hendra dengan ganda Korea Selatan Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong, maka ini merupakan partai real final. Dua kekuatan yang selama ini merajai ganda dunia saling bertemu. Ganda Korea Selatan ini masih memegang banyak kemenangan jika bertemu dengan Ahsan/Hendra. Seandainya kembali bertemu, kesempatan bagi Ahsan/Hendra untuk membalas kekalahan pada pertemuan terakhir yang terjadi pada Kejuaraan Asia 2015 lalu.

Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf langsung bertemu pasangan kuat dari Denmark, Mads Conrad Petersen/Mads Pieler Koding pada babak pertama. Sementara itu pasangan Markis Kido/Agripinna Prima Rahmanto Putra akan bertemu dengan ganda Malaysia Phillip Chew/Sattawat Pongnairat. (AR)