
Pasangan ganda campuran Indonesia Riky Widianto/Richi Puspita Dili memastikan diri maju ke babak final pada kejuaraan bulutangkis India Open Super Series 2016. Kejutan memang, di saat Riky/Richi baru diturunkan kembali, malah mereka melesat hingga ke babak puncak.
Perjalanan ke babak final dilalui dengan pertandingan rubber game. Pasangan Thailand yang menjadi lawan di babak empat besar, Bodin Issara/Savitree Amitrapai ditekuk dengan 21-18, 13-21, 21-7. Pasangan Indonesia rupanya pintar membaca kondisi lawan. Mereka menilai jika ganda Thailand, terutama Bodin Issara terlihat mengalami penurunan daya tahan tubuh.
“Kami banyak lari in lawan, kasih bola-bola panjang, karena mereka juga terlhiat capek di lapangan. Terutama yang cowok kelihatan sekali kalau capek dan staminanya sudah habis. Yang cewek lumayan bagus permainan depannya,” analisa Riky seperti yang disampaikan kepada badmintonindonesia.org.
“Di game kedua kami terbawa pola lawan, jadi nggak enak di lapangan dan kalah,” tutur Richi.
Lawan kuat bakal dihadapi di babak final. Ganda China Lu Kai/Huang Yaqiong, akan menjadi hambatan bagi ganda campuran Indonesia untuk bisa membawa pulang gelar juara, apalagi tiga kali sudah ganda Indonesia mengalami kekalahan.
“Lawan buat besok, siapapun kami siap. Besok sudah final, jadi kami mau main maksimal saja,” pungkasnya.
Sementara itu ganda putri Indonesia Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari gagal melaju ke babak final. Ganda utama Indonesia ini kalah dari ganda nomor satu Jepang Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi. Lebih dari satu setengah jam kedua pasangan ini berjibaku di karpet hijau sebelum akhirnya ganda Jepang yang memenangi pertandingan dengan 18-21, 21-19, 21-23.
“Kami sudah kasih apa yang kami bisa. Kami nggak menyerah begitu aja. Tapi nyatanya, Jepang memang bermain lebih tenang dari kami. Mereka juga lebih bisa mengambil kesempatan untuk mendapatkan poin,” ujar Greysia. (AR)
