
Tertinggal 0-1 dari tim Denmark membuat kubu tim Piala Thomas Indonesia ketar ketir. Apalagi penampilan Ahsan/Hendra di awal game pertama tidak seperti biasanya. Banyak buangan bola Ahsan maupun Hendra tidak seperti yang di harapkan. Terkadang terbentur net atau keluar lapangan. Pergerakan di awal game perama angka begitu memihak pada pasangan Denmark Mads Conrad Pettersen/Mads Pieler Kolding.
Tetapi biar tertinggal 8-13 Ahsan dan Hendra tetap bermain tenang. Berkat ketenangan dan mental juara yang di miliki, membuat Ahsan/Hendra bisa mengejar lawan sampai 17-17. Pasangan Indonesia yang sudah mulai menemukan bentuk permainannya segera bisa menutup game pertama dengan 21-18 setelah bola tanggung lawan di depan net, di sambar cepat oleh Hendra.
Memasuki game kedua penampilan ganda Indonesia tetap konsisten. Serangan Ahsan/Hendra semakin tak bisa di mentahkan lawan. Perolehan angka ganda Indonesia semkain terus bertambah seiring dengan kesalahan yang di buat pasangan Denmark. Usai jeda 11-6, penampilan pasangan Indonesia semakin menjadi. Ahsan/Hendra akhirnya bisa megambil game kedua dengan 21-13 setelah bola dari pasangan Denmark keluar lapangan.
“Kami berdua bersyukur bisa menyumbang angka pertama untuk Indonesia dan membuat keadaan imbang 1-1. Kekalahan Tommy (Sugiarto) di partai pertama tidak mempengaruhi kami karena kami tidak mau memikirkan partai pertama tetapi fokus pada pertandingan kami,” ujar Ahsan kepada badmintinindonesia.org.
“Kami sudah mempersiapkan strategi melawan Kolding/Petersen, kami bisa menjalankan strategi tersebut. Hari ini kami bisa bermain dengan tenang dan berkonsentrasi,” Sambung Hendra.
Berkat kemenangan Ahsan/Hendra membawa kedudukan imbang 1-1. Indonesia kini berhadap banyak pada tunggal kedua Anthony Sinisuka Ginting yang akan berhadapan dengan Jan O Jorgensen.
