
Keadaan menghawatirkan kembali terjadi. Kubu tim piala Thomas Indonesia sesaat terdiam setelah tunggal kedua Indonesia gagal memetik kemenangan dari tunggal kedua Denmark.
Anthony Sinisuka Ginting yang di percaya sebagai tunggal kedua sebenarnya bisa mengimbangi permainan Jan O Jorgensen, pemain Denmark berperingkat 5 dunia. Hanya saja penyelesaian akhir masih belum begitu baik, sehingga masih banyak bola yang membentur net atau melewati lapangan.
Terbukti di game pertama, biar bisa mengimbangi permainan lawan, Anthony masih tertinggal dalam perolehan angka. Ia hanya bisa mengejar ketertinggalannya dari 14-20 menjadi 17-21 untuk keunggulan pemain Denmark.
Hal yang sama kembali terulang di game kedua. Anthony sebenarnya bisa mengendalikan permainan, namun lagi-lagi kesalahan sendiri masih saja terjadi. Ia pun tertinggal jauh 11-18. Anthony hanya sempat menambah satu angka saja sebelum di tutup jan O Jorgensen menjadi 12-21 akibat pukulan Anthony membentur jaring.
'Ini adalah pengalaman saya bertanding di Piala Thomas dan atmosfernya memang berbeda dengan turnamen perorangan. Banyak pelajaran yang saya petik dari pertandingan tadi, saya harus lebih tenang lagi, secara teknik, stroke Jorgensen memang lebih matang,” ujar Anthony.
“Jorgensen lebih berpengalaman dari saya, dia tidak mudah dimatikan. Selain itu, saya yang tampil kurang sabar. Jorgensen sudah bisa membaca kalau saya akan memberi bola-bola depan, dia sudah siap menunggu di depan net,” jelas Anthony.
Kegagalan Anthony ginting mengatasi Jan O Jorgensen membuat Indonesia harus bekerja keras. Jika ingin merebut piala Thomas, mau tak mau pasangan Angga Pratama/Ricky karanda Suwardi harus bisa mengatasi permainan Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmusen.
