Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > [Olimpiade 2016] Tim Olimpiade Bulutangkis Tiba di Kudus
11 Juli 2016
[Olimpiade 2016] Tim Olimpiade Bulutangkis Tiba di Kudus
 
 

Pesta olah raga terbesar di dunia, Olimpiade kurang dari 30 hari lagi. Tim bulutangkis Indonesia pun semakin mempersiapkan diri untuk menyambut ajang empat tahunan itu. Salah satu bagian dari persiapannya adalah training camp yang digelar di markas PB Djarum di Kudus.

Tim Indonesia bertolak dari Jakarta siang tadi (11/7) dan saat berita ini diturunkan tim sudah tiba di Kudus. Mereka akan menjalani program karantina selama lima hari kedepan.

“Pada program karantina ini, kami akan melakukan simulasi selama di olimpiade nanti. Jadi suasananya dibuat seperti di olimpiade, dimana atlet akan tinggal di athlete village dan mereka harus menyesuaikan diri dengan jadwal selama di sana,” ujar Rexy Mainaky, Manajer Tim bulutangkis di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 seperti dilansir oleh badmintonindonesia.org.

“Setiap sektor sudah menentukan jadwal dan program selama karantina. Selain latihan fisik dan teknik, mereka juga akan ada sesi diskusi bersama psikolog olahraga, analisa video pertandingan, dan berbagai program lainnya,” lanjut Rexy.

Menjaga konsentrasi dan fokus menjadi salah satu harapan dari digelarnya karantina ini, mengingat Olimpiade semakin dekat. Kota Kudus pun dipilih sebagai tempat karantina karena lokasinya yang jauh dari Jakarta, serta fasilitas yang diberikan Djarum Foundation dinilai sangat memadai.

Training camp ini diikuti oleh sembilan atlet yang akan tinggal di Wisma Ploso. Linda Wenifanetri, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir serta Praveen Jordan/Debby Susanto. Mereka didampingi oleh empat pelatih yaitu Bambang Supriyanto, Herry Iman Pierngadi, Eng Hian serta Richard Mainaky.

Sparring partner pun turut ambil bagian di karantina kali ini dimana mereka tinggal di Wisma Kaliputu. Pemisahan ini dilakukan agar suasana karantina benar-benar mirip Olimpiade, dimana tim ofisial tidak dapat mendampingi atlet hingga perkampungan atlet. Sehingga para atlet dilatih untuk mengatur jadwal terapi bersama fisioterapis hingga mempersiapkan diri untuk latihan dan bertanding.

Ini adalah tahap pertama karantina yang dilakukan oleh PBSI. Setelah di Kudus, tim merah putih pun akan kembali melakukan karantina di Sao Paolo, Brazil pada tanggal 28 Juli mendatang. PBSI pun akan memberangkatkan sejumlah pemain sparring untuk mendampingi tim Olimpiade selama menjalani program karantina di Sao Paulo, diantaranya Vega Vio Nirwanda, Ricky Karanda Suwardi, Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira, Hardianto, Moh. Reza Pahlevi Isfahani, serta Ronald Alexander/Melati Daeva Oktavianti. (RI)