
Christian Hadinata mengunjungi Kudus dan berjumpa dengan skuad merah putih yang tengah menjalani karantina di GOR Djarum Jati, Kudus pada Kamis (15/7) kemarin. Christian adalah sosok dibalik dua medali emas Olimpiade ganda putra di tahun 1996 melalui Ricky Subagdja/Rexy Mainaky dan tahun 2000 di Syndey melaui Candra Wijaya/Tony Gunawan, sementara di tahun 2004 dan 2008, Christian berdampingan bersama Herry Iman Pierngadi.
Sosok Christian memang menjadi sosok yang sangat disegani. Prestasinya sebagai pemain dan pelatih sudah tak perlu lagi di ragukan. Christian pun menyempatkan diri untuk menyampaikan pesan kepada pebulutangkis tanah air yang akan berlaga di Olimpiade, Rio de Janeiro bulan depan.
“Tirulah semangat tim Portugal, walaupun sering kalah dari Prancis, tetapi mereka tetap tampil gigih. Prancis juga tampil di kandang sendiri, begitu banyak yang memprediksikan Portugal akan kalah lagi. Tetapi hasilnya bisa kita lihat sendiri,” tutur Christian seperti dilansir badmintonindonesia.org.
Christian memberikan contoh mengenai Portugal yang pekan lalu baru saja mengklaim gelar juara Euro 2016. Portugal tak membukukan kemenangan selama penyisihan, dan kerap membutuhkan waktu tambahan untuk bisa menang di babak knock out. Tetapi, Portugal berhasil meraih kemenangan demi kemenangan sampai pada partai puncak. Portugal menantang tuan rumah, Perancis, negara yang tak pernah menang atas Perancis di sepuluh pertemuan terakhir. Tetapi akhirnya, Portugal mampu menjadi juara setelah menang tipis 1-0.
“Di training camp ini kami harapkan pemain bisa saling mendukung satu sama lain. Hanya sektor ganda campuran yang meloloskan dua wakil, sedangkan sektor lain hanya satu, namun mereka bisa saling bahu membahu dan mendukung satu sama lain. Kebersamaan ini akan menjadi senjata yang sangat ampuh dalam menghadapi event sebesar olimpiade,” pungkasnya.
Tim Olimpiade mengakhiri masa karantinanya dan akan kembali tertolak ke Jakarta pada Jum’at (16/7). (RI)
