
Sejak pertama kali digulirkan pada tahun 1962, sudah delapan gelar juara berhasil direbut Indonesia pada ajang Badminton Asia Championships dari sektor ganda campuran. Sampai saat ini ada tiga nama yang bisa menjadi juara sebanyak dua kali dengan pasangan yang berbeda.
Mereka adalah Nova Widianto, Vita Marissa, dan Liliyana Natsir. Uniknya, Nova menjadi juara bersama Vita dan Juga Liliyana pada tahun yang berbeda. Selain dengan Nova, Vita merengkuh gelar kedua bersama Flandy Limpele. Hal yang sama juga pada Liliyana atau yang biasa disapa dengan panggilan Butet. Gelar kedua bagi Butet dipersembahkan bersama dengan Tontowi Ahmad.
Tahun 1971 menjadi kali pertama bagi Indonesia merasakan manisnya gelar juara dari ganda campuran. Adalah pasangan Christian Hadinata/Retno Koestijah yang menjadi pemecah telur. Jakarta menjadi saksi kedigjayaan pasangan Christian/Retno. Cukup jauh gelar kedua datang untuk Indonesia. Pada tahun 1992 barulah gelar itu datang melalui pasangan Joko Mardianto/Sri Untari.
Kejayaan Indonesia berlanjut pada tahun 1996. Saat kejuaraan dilangsungkan di Surabaya, pasangan Tri Kusherjanto/Lili Tampi tampil sebagai juara. Ini merupakan gelar ketiga bagi Indonesia.
Lagi-lagi publik tanah air terpuaskan atas gelar juara yang dipersembahkan oleh pasangan Bambang Supriyanto/Minarti Timur. Masa itu Jakarta menjadi tuan rumah pada tahun 2000. Bambang/Minarti mempersembahkan untuk kali keempat bagi Indonesia.
Kisah unik mulai tercipta sesudahnya. Gelar kelima hingga kedelapan tidak terlepas dari nama Nova, Vita, dan Liliyana. Tiga pemain Indonesia mampu menorehkan sejarah dengan menjadi juara dengan pasangan yang berbeda. Nova mengawali kisah sukses pada tahun 2003. Saat pertandingan di Jakarta, Nova mecetak gelar juara saat berpasangan dengan Vita Marissa. Nova kembali menjadi gelar juara pada tahun 2006 saat kejuaraan berlangsung di Johor Baru, Malaysia. Nova merebut gelar saat dipasangkan dengan juniornya Liliyana Natsir. Vita tidak mau kalah. Berpasangan dengan pemain bertangan kidal Flandy Limpele, Vita mendulang gelar keduanya pada tahun 2008. Butet juga berhasil mengikuti jejak para seniornya. Butet meraih gelar gelar kembali pada tahun 2015 bersama Tontowi Ahmad.
Lepas tahun 2015, belum ada lagi gelar juara yang berhasil diboyong ke tanah air. Dua kali kesempatan pada tahun 2020 dan 2021 sirna karena pertandingan dibatalkan akibat merebaknya virus Covid-19. Harapan kini muncul di tahun 2022. Empat pasang ganda campuran Indonesia akan berjuang untuk meraih gelar juara. Dikomandani pasangan senior Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Indonesia juga membawa Rinov Rivaldy/Phita Haningtyas Mentari, Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso, dan Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati. (AR).
