
Ganda campuran Indonesia, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari belum terbendung di ajang Malaysia Masters 2022. Pasangan peringkat 20 dunia itu berhasil merebut tiket ke babak perempat final usai mengandaskan pasangan Jepang, Yuki Kaneko/Misaki Matsutomo, 21-15, 21-18.
Berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Kamis (7/7) siang, Rinov/Pitha tampil terlihat percaya diri. Diakui Rinov/Phita dari awal laga sudah merasa optimistis untuk bisa mengalahkan wakil Negeri Sakura tersebut. Terbukti, hanya dalam durasi 35 menit, wakil Merah-Putih ini mampu menuntaskan kemenangan dan melaju ke babak perempat final ajang BWF World Tour Super 500 tersebut.
“Dari awal, kami yakin bisa menang lagi. Apalagi, kami memiliki modal tiga kemenangan beruntun dalam empat pertemuan sebelumnya. Jadi, saya dan Pitha begitu yakin bisa menang lagi,” tutur Rinov, dikutip dari Press Release Humas dan Media PBSI.
Menurut Rinov, dalam pertandingan melawan Yuki/Misaki, dirinya dan Pitha bermain normal. Tiga kemenangan sebelumnya ikut menjadi modal bagi Rinov/Pitha dalam menghadapi pertemuan kelima kali ini. Tiga kemenangan beruntun itu membuat wakil Cipayung ini memiliki rasa percaya diri yang tinggi saat bersua Yuki/Misaki.
“Kami bermain normal dan bisa mengatasi lawan. Mungkin karena kita sudah sering bertemu, jadi sedikit banyak tahu bagaimana karakter permainan dan pola mereka seperti apa,” ujar Rinov.
“Apalagi, kami sebelumnya menang tiga kali. Jadi tambah percaya diri bisa mengalahkan mereka lagi kali ini," tambah Rinov.
Dengan kemenangan ini, di babak delapan besar yang digelar Jumat (8/7), Rinov/Pitha akan bertemu Robin Tabeling/Selena Piek. Pasangan Belanda ini di babak kedua membuat kejutan besar dengan mengandaskan unggulan pertama asal Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai, 21-11, 21-16.
“Untuk pertandingan besok, kami harus bersiap lagi. Mereka pasti juga tambah percaya diri setelah mengalahkan unggulan pertama. Karena itu, kami tidak boleh lengah. Harus siap dari awal,” kata Rinov lagi.
“Semua pemain Eropa itu rata-rata pola permainannya sama. Selama bertanding, mereka lebih ke pola hapalan. Jadi kita harus waspadai dari awal,” tambah Rinov. (Ah)
