Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > [All England 2026] Ganda Putri, Ganda Campuran Habis
07 Maret 2026
[All England 2026] Ganda Putri, Ganda Campuran Habis
 
 

Tak tersisa wakil Indonesia pada sektor ganda putri dan ganda campuran dari kejuaraan bulutangkis All England 2026. Satu pasang ganda putri dan satu pasang gada campuran yang menjadi harapan terakhir, kandas di babak perempat final yang dilangsungkan hari ini (6/3). Pasangan ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari dan ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah gagal menghadang lawan-lawannya.

Febriana/Meilysa atau yang akrab disapa dengan Ana/Trias dihadang ganda putri asal Malaysia Pearly Tan/Thinaah Muralitharan. Ana/Trias kalah dalam dua gim 9-21, 18-21 ditangan unggulan kedua asal negeri Jiran. Sempat terbersit harapan Ana/Trias bisa mencuri gim kedua. Sayangnya setelah unggul dalam perolehan angka, Ana/Trias malah cenderung bermain terlalu berhati-hati hingga lawan bisa membalikkan keadaan.

“Dari gim pertama itu memang dari lawan langsung menyerang, kami sebenarnya sudah ada pola yang disiapkan tapi memang kadang-kadang bola-bola yang pengembaliannya itu kurang akurat. Dibanding pertemuan sebelumnya hari ini mereka mempercepat tempo permainan,” ucap Ana dikutip dari tim Humas dan Media PP PBSI.

“Di gim kedua kami sempat unggul tapi setelah itu malah jadi terlalu hati-hati mainnya. Kalah berani dengan mereka,” ucap Trias.

Amri/Nita juga harus mengakhiri aksinya pada kejuaraan dengan level BWF World Tour Super 1000 usai dikalahkan ganda dari China, Guo Xin Wa/Chen Fang Hui dalam tiga gim 17-21, 21-18, 15-21.

“Dibanding pertemuan sebelumnya, hari ini mereka lebih cerdik. Banyak variasi yang dilakukan, tidak mau masuk dalam pola permainan kami, tidak mau meladeni,” tutur Amri.

“Tadi sebenarnya peluang untuk menang itu ada karena kami sempat unggul juga di gim ketiga. Tapi ya itu poin-poin terakhir banyak melakukan kesalahan, banyak salah arah pengembaliannya. Mereka juga mempercepat pola yang terlambat kami adaptasi,” pungkas Nita. (AR)