Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > Indonesia Tanpa Gelar di Malaysia Masters 2026, Sektor Tunggal Putra Wakil Terakhir
25 Mei 2026
Indonesia Tanpa Gelar di Malaysia Masters 2026, Sektor Tunggal Putra Wakil Terakhir
 
 

Tim bulu tangkis Indonesia harus mengakhiri perjuangannya pada PERODUA Malaysia Masters 2026 tanpa membawa pulang gelar juara. Dalam turnamen BWF World Tour Super 500 yang berlangsung pada 19-24 Mei di Kuala Lumpur dengan total hadiah 500.000 dolar AS tersebut, pencapaian terbaik Merah Putih datang dari sektor tunggal putra melalui Jonatan Christie dan Moh. Zaki Ubaidillah yang sama-sama melaju hingga babak perempat final.

Penampilan Moh. Zaki Ubaidillah menjadi salah satu sorotan utama. Pebulu tangkis muda tersebut kembali menunjukkan perkembangan menjanjikan dengan mampu bersaing hingga delapan besar pada level Super 500. Jonatan Christie juga berhasil mencapai perempat final, namun belum mampu melangkah lebih jauh untuk membawa Indonesia menembus babak semifinal.

Anthony Sinisuka Ginting yang diharapkan Kembali bangkit, harus terhenti di babak 16 besar. Sementara Prahdiska Bagas Shujiwo tersingkir pada babak pertama dan Muhammad Yusuf gagal melewati babak kualifikasi. Meski belum menghasilkan gelar, sektor tunggal putra menjadi sektor paling kompetitif bagi Indonesia pada turnamen ini.

Di sektor tunggal putri, hasil yang diraih masih belum memuaskan. Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi dan Thalita Ramadhani Wiryawan sama-sama terhenti di babak 32 besar. Keduanya masih membutuhkan pengalaman dan peningkatan konsistensi untuk dapat bersaing lebih jauh di level Super 500.

Penampilan sektor ganda putra justru menjadi salah satu catatan yang kurang menggembirakan. Setelah sukses menjadi juara Thailand Open sepekan sebelumnya, Daniel Marthin/Leo Rolly Carnando gagal mempertahankan performa dan harus tersingkir di babak pertama. Nasib serupa dialami Bagas Maulana/Muh. Putra Erwiansyah serta Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat yang juga langsung terhenti di babak 32 besar. Tidak adanya wakil ganda putra di delapan besar menjadi pekerjaan rumah bagi sektor yang selama ini menjadi salah satu andalan Indonesia.

Pada ganda putri, Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari menjadi wakil terbaik dengan menembus babak 16 besar. Sementara pasangan muda Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine gagal mengulangi pencapaian mereka di Thailand Open dan harus terhenti pada babak pertama.

Sektor ganda campuran menunjukkan hasil yang cukup merata meski belum mampu menghasilkan wakil di perempat final. Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, serta Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti mencapai babak 16 besar. Sementara Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana dan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu terhenti di babak 32 besar, sedangkan Verrel Yustin Mulia/Aisyah Salsabila Putri Pranata gagal melewati babak kualifikasi.

Secara keseluruhan, Malaysia Masters 2026 menjadi turnamen yang belum memberikan hasil maksimal bagi Indonesia. Tidak adanya gelar dan absennya wakil di semifinal menjadi bahan evaluasi penting. Konsistensi para pemain, khususnya di sektor ganda putra yang mengalami penurunan performa dibanding pekan sebelumnya, seharusnya menjadi fokus pembenahan dalam menghadapi turnamen-turnamen berikutnya.