Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > Indonesia Raih Satu Runner-up di Singapore Open 2026, Alwi Farhan Tembus Semifinal Super 750
31 Mei 2026
Indonesia Raih Satu Runner-up di Singapore Open 2026, Alwi Farhan Tembus Semifinal Super 750
 
 

Tim bulu tangkis Indonesia menutup perjuangannya pada KFF Singapore Badminton Open 2026 dengan membawa pulang satu gelar runner-up dan satu pencapaian semifinal. Turnamen BWF World Tour Super 750 yang berlangsung pada 26-31 Mei di Singapura dengan total hadiah mencapai 1 juta dolar AS itu menjadi ajang yang menghadirkan sejumlah catatan positif, khususnya dari sektor tunggal putra dan ganda putra.

Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjadi wakil Indonesia dengan hasil terbaik setelah melaju hingga partai final. Meski harus puas sebagai runner-up, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa duet baru ini mampu tampil kompetitif pada level Super 750 dan menjadi salah satu kekuatan yang patut diperhitungkan di sektor ganda putra dunia.

Selain itu, penampilan Alwi Farhan juga layak mendapat apresiasi. Pebulu tangkis muda Indonesia tersebut berhasil melaju hingga babak semifinal, pencapaian terbaiknya sejauh ini pada turnamen level Super 750. Keberhasilan Alwi menembus empat besar sekaligus menjadi sinyal positif bagi regenerasi sektor tunggal putra Indonesia. Di sisi lain, Jonatan Christie harus mengakhiri langkah lebih awal setelah tersingkir pada babak pertama.

Sektor ganda putra kembali menunjukkan kontribusi positif melalui Mohammad Reza Fahlevi Isfahani/Sabar Karyaman Gautama yang mampu mencapai babak 16 besar. Meski belum mampu melaju lebih jauh, pencapaian tersebut tetap menunjukkan daya saing pasangan non-pelatnas tersebut di level elite dunia.

Sementara itu, hasil kurang memuaskan datang dari sektor tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran. Putri Kusumawardani gagal melewati babak pertama di sektor tunggal putri. Pasangan Amalia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti juga harus terhenti pada babak 32 besar. Hal serupa dialami Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti serta Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emmanuelle Widjaja yang sama-sama tersingkir pada pertandingan pembuka.

Secara keseluruhan, Indonesia berhasil membawa pulang satu gelar runner-up melalui Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan menempatkan Alwi Farhan di babak semifinal. Meski belum berhasil meraih gelar juara, hasil tersebut cukup positif mengingat ketatnya persaingan pada turnamen level Super 750 yang diikuti para pemain terbaik dunia.

Namun demikian, kegagalan mayoritas wakil Indonesia untuk menembus delapan besar menunjukkan bahwa konsistensi masih menjadi tantangan utama. Penampilan gemilang Alwi Farhan dan Fajar/Fikri menjadi modal berharga bagi Indonesia untuk menghadapi rangkaian turnamen besar berikutnya, sekaligus memberikan optimisme terhadap proses regenerasi yang tengah berlangsung di beberapa sektor.