
Meski belum bisa memetik kemenangan hari ini, namun ganda putri Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi merasa ada progres dari penampilan mereka. Dalam pertandingan babak perempat final Polytron Indonesia Open 2026, Jumat (5/6) Fadia/Tiwi dikalahkan Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto (Jepang), dengan skor 21-13, 12-21, 13-21 di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.
Sempat unggul di game pertama, Fadia/Tiwi sulit beradaptasi dengan perubahan pola main yang diterapkan Fukushima/Matsumoto di game kedua.
“Hari ini walaupun kalah tapi setidaknya kami sudah improve dari pertemuan terakhir,” kata Tiwi.
“Pasangan Jepang mengubah pola permainan di game kedua, karena mereka nggak mau main menyerang seperti yang kami terapkan. Jadi kami lebih banyak bermain reli dan kami kurang sabar,” ungkap Fadia.
Secara permainan, Fadia/Tiwi kini merasa lebih memahami pola permainan mana yang paling cocok dengan mereka. Hal ini sangat berpengaruh dengan rasa percaya diri mereka saat bertanding di lapangan.
“Semakin hari kami semakin tahu pola permainan. Bukan mencari-cari lagi, tapi kami mau membentuk, membentuk diri kami berdua. Sebenarnya kurang puas sih dengan hasil hari ini, tapi kami selalu bersyukur, ini jadi batu loncatan juga buat kami. Masih ada pasangan-pasangan di top level yang harus kami kalahkan, terutama mereka (Fukushima/Matsumoto), karena sudah dua kali bertemu dan kami kalah,” jelas Fadia.
“Lawan lebih sabar, dari tempo mainnya. Setelah kami sudah lengah, mereka langsung ubah pola buat dicepetin,” jawab Fadia ketika ditanya soal keunggulan Fukushima/Matsumoto. (AH)
