Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > [Sathio Group Australian Badminton Open 2026] Tak Ada Raymond/Joaquin dan Fajar/Fikri
09 Juni 2026
[Sathio Group Australian Badminton Open 2026] Tak Ada Raymond/Joaquin dan Fajar/Fikri
 
 

Lepas dari Polytron Indonesia Open 2026, kejuaraan bulutangkis langsung melanglang buana ke Australia. Kejuaraan Sathio Group Australian Badminton Open 2026 melengkapi rangkaian kejuaraan yang dilaksanakan pada bulan Juni 2026. Kejuaraan yang dilaksanakan di Sydney, Australian ini termasuk dalam level BWF World Tour Super 500.

Sayangnya pada kejuaraan berhadiah total USD 500.000 tidak dihadiri oleh sang juara bertahan dari sektor gand aputra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Tak hanya Raymond/Joaquin, kejuaraan ini juga nampaknya kehilangan ganda putra Indonesia lainnya yakni Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.

Antonius Budi Iriantho selaku Pelatih ganda putra utama membenarkan hal ini.

Setelah melalui diskusi dengan tim pendukung, saya memutuskan menarik Fajar/Fikri dan Raymond/Joaquin dari Australian Open 2026,” ujarnya dikutip dari Tim Humas dan Media PP PBSI.

Indonesia Open merupakan salah satu milestone yang penting bagi PBSI. Namun, hasil yang diraih pasangan Fajar/Fikri masih belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan, oleh karena itu diperlukan evaluasi menyeluruh sebagai bahan perbaikan kedepannya. Sementara itu, turnamen Australian Open tidak termasuk dalam program turnamen utama mereka pada periode ini. Oleh karena itu, fokus mereka saat ini akan diarahkan pada persiapan yang lebih optimal untuk menghadapi turnamen-turnamen prioritas mereka berikutnya seperti Kejuaraan Dunia dan Asian Games,” tambahnya.

Sementara menurut Antonius, ditariknya Raymond/Joaquin dari kejuaraan di Australia lebih karena menjaga kondisi Raymond yang baru saja sembuh dari cedera.

Untuk Raymond/Joaquin, saya melihat dengan masa recovery yang singkat dari final Indonesia Open menuju laga pertama Australian Open apalagi Raymond baru pulih dari cedera lututnya, menurunkan mereka di Australia punya resiko cederanya kambuh,”pungkasnya.