
Nama legenda hidup bulutangkis Indonesia, Hendra Setiawan layak dikedepankan sebagai pemain ganda putra Indonesia dengan pengumpul gelar juara dunia terbanyak. Empat kali Hendra Setiawan mampu meraih gelar juara. Uniknya Hendra mendapatkan gelar juara dari pasangan yang berbeda.
Pertama kali Hendra merebut gelar juara dunia pada tahun 2007. Berpasangan dengan Markis Kido, Hendra merengkuh gelar juara di Kuala Lumpur, Malaysia. Hendra/Kido mendepak andalan Korea di babak final, Lee Yong Dae/Chung Jae Sung. Hendra lebih berkibar lagi saat berpasangan dengan pemain asal PB Djarum Mohammad Ahsan. Tiga kali Hendra/Ahsan merebut gelar juara dunia bulutangkis. Kali pertama Hendra/Ahsan berdiri pada podium tertinggi pada tahun 2013. Publik Guangzhou China menjadi saksi dahsyatnya permainan dari pasangan yang pernah mendapat julukan “The Daddies”. Hendra/Ahsan membungkam ganda dari Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen pada babak final. Kali kedua Ahsan/Hendra meraih gelar juara pada tahun 2015. Di depan publik Istora, Hendra/Ahsan menaklukkan ganda asal China Liu Xiaolong/Qiu Zihan dalam dua gim. Gelar ketiga Ahsan/Hendra diraih di Bassel, Swiss pada tahun 2019. Ini perjuangan terpanjang Hendra/Ahsan sepanjang babak final dalam perebutan gelar juara. Hendra/Ahsan harus bertanding selama tiga gim untuk menjinakkan ganda asal Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi.
Pesaing terdekatnya datang dari ganda putra China Chai Yun/Fu Haifeng. Disamping Hendra Setiawan, ganda putra terbaik China pada masanya ini juga menjadi pasangan yang mampu memborong gelar juara terbanyak sepanjang sejarah. Total empat kali Chai Yun/Fu Haifeng mempersembahkan gelar juara bagi negaranya. Tiga diantaranya direbut secara berturut-turut. Untuk pertama kalinya Chai Yun/Fu Haifeng meraih gelar juara pada tahun 2006 pada saat kejuaraan dunia digelar di Madrid, Spanyol. Tiga gelar berikutnya direbut secara berturut-turut pada tahun 2009, 2010 dan 2011. (AR)
