Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > [BWF World Championships 2026] China Kuasai Gelar Juara Ganda Putri
15 Agustus 2026
[BWF World Championships 2026] China Kuasai Gelar Juara Ganda Putri
 
 

Hanya empat negara di dunia yang bisa meraih gelar juara ganda putri pada kejuaraan dunia bulutangkis atau BWF World Tour Championships. Keempat negara itu adalah China, Jepang, Korea dan Inggris. Tidak ada negara selain keempat nama tersebut yang bisa meraih gelar juara. Di antara keempatnya, China menjadi yang terbaik. Negeri tirai bambu menguasai daftar perolehan gelar juara pada  kejuaraan dunia dari sektor ganda putri. Tidak tanggung-tanggung, China mengoleksi 24 gelar juara ganda putri.

Kedigjayaan China mulai tercium saat mereka pertama kali ikut ambil bagian dalam kejuaraan dunia. Pada tahun 1983, pada saat kejuaraan diselenggarakan di Kopenhagen, Denmark, pemain ganda putri China mulai unjuk gigi. Lin Ying/Wu Dixi hadir menjadi monster menakutkan bagi ganda putri dunia saat itu seperti Gillian Clark/Gillian Gilks, Jane Webster/Nora Perry. Lin Ying/Wu Dixi mencatatkan diri sebagai ganda putri China yang meraih gelar juara ganda putri pada kejuaraan dunia bulutangkis.

Dominasi China menggila. Gelar juara ganda putri dikuasai pada pemain China sampai dengan tahun 1993. Ini menandakan China merebut gelar juara ganda putri berturut-turut sebanyak enam kali dengan pasangan yang berbeda. Dominasi China sempat terpatahkan pada tahun 1995. Gil Young Ah/Jang Hye Ock memutus mata rantai gelar juara China masa itu.

Tapi setelah itu China lagi-lagi tidak memberikan kesempatan negara lain untuk mencicipi nikmatnya menjadi juara ganda putri. Mulai tahun 1997 sampai dengan 2017 atau selama 20 tahun para pemain ganda putri China secara bergantian menjadi juara.

Jepang mulai mematahkan dominasi China selama dua kali. Pasangan negeri matahari terbit Mayu Matsutomo/Wakana Nagahara berhasil memutus keperkasaan China. Dua kali Mayu/Wakana pada tahun 2018 dan 2019 menjadi kampiun. Tetapi itupun hanya bertahan dua tahun saja, selebihnya kembali China mempertahankan reputasinya di ganda putri. Melalui pasangan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan, China kembali berjaya. Mundurnya Chen Qing Chen pasca merebut medali emas pada Olimpiade Paris 2024, tidak membuat regenerasi China terhenti. Sudah muncul pasangan yang tidak kalah hebatnya yakni Liu Sheng Shu/Tan Ning yang pada tahun 2025 lalu bisa merebut gelar juara. (AR)