Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > [POLYTRON Pontianak IC 2026] Richie : Saya Persembahkan Gelar Ini Untuk Orang Tua
30 Agustus 2026
[POLYTRON Pontianak IC 2026] Richie : Saya Persembahkan Gelar Ini Untuk Orang Tua
 
 

Tunggal putra Indonesia Richie Duta Richardo sukses meraih gelar juara POLYTRON Pontianak International Challenge 2026 setelah menaklukkan wakil India, Ginpaul Sonna, pada partai final.

Richie yang menjadi unggulan kedua turnamen tampil solid untuk mengamankan kemenangan dua gim langsung dengan skor 24-22, 21-19 dalam pertandingan yang berlangsung di Pontianak, Minggu (30/8) di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat.

Pertandingan berlangsung sengit sejak gim pertama. Kedua pemain saling kejar angka hingga mendekati akhir gim. Richie akhirnya mampu memanfaatkan kesalahan lawan untuk mengamankan gim pembuka 24-22.

Memasuki gim kedua, persaingan kembali berlangsung ketat. Richie sempat melakukan sejumlah kesalahan pada poin-poin kritis. Namun, ia mampu menjaga fokus dan menyelesaikan pertandingan pada rally terakhir untuk menang 21-19 sekaligus memastikan gelar juara.

Menariknya, Richie mengaku sejak awal turnamen tidak memasang target untuk selalu menang dalam dua gim. Ia memilih fokus memberikan permainan terbaik di setiap pertandingan.

"Sebenarnya dari hari awal pun saya tidak memikirkan saya bisa terus menang dengan dua gim sampai di babak final sekalipun. Cuma saya selalu memberikan permainan saya yang terbaik saja," ujar Richie.

Menurut Richie, laga final memiliki tekanan tersendiri karena kedua pemain sama-sama bertekad tampil habis-habisan demi membawa pulang gelar juara.

"Partai hari ini karena sudah final, kami berdua merasa harus main mati-matian untuk memenangkan pertandingan," katanya.

Pada gim pertama, Richie sempat mendapatkan tekanan setelah interval ketika Ginpaul meningkatkan tempo permainan dan mulai memperkecil jarak. Namun, Richie mampu tetap tenang hingga akhirnya memanfaatkan kesalahan yang dibuat lawannya di penghujung gim.

"Di gim pertama setelah interval, dia sempat mempercepat tempo dan memperkecil ketinggalan. Tapi di akhir-akhir saya bisa memanfaatkan kesalahan yang dia lakukan," tuturnya.

Pada gim kedua, Richie mengakui dirinya sempat melakukan kesalahan di beberapa poin penting. Beruntung, ia mampu segera bangkit dan menuntaskan pertandingan pada rally terakhir.

"Di gim kedua, saya melakukan kesalahan di poin-poin kritis. Beruntung tadi bisa menuntaskan di rally terakhir," ujar Richie.

Gelar juara di Pontianak menjadi pencapaian yang disyukuri Richie. Ia secara khusus mempersembahkan kemenangan tersebut kepada kedua orang tuanya yang hadir langsung menyaksikan perjuangannya di arena.

"Saya ucapkan syukur dengan gelar ini. Saya persembahkan untuk kedua orang tua yang sudah hadir langsung ke sini. Teman pelatnas, pelatih dan tim pendukung," ucapnya.

Keberhasilan tersebut juga membuat Richie semakin termotivasi untuk membidik prestasi di level turnamen yang lebih tinggi. Ia berharap bisa melanjutkan tren positif dengan mengincar gelar di ajang Super 100.

"Setelah ini saya ingin membidik gelar yang lebih tinggi lagi seperti Super 100," tegas Richie.

Gelar ini juga menjadi yang kedua kalinya yang diraih Richie. Seblumnya ia menjadi juara di Vietnam International Challenge 2026. (AH)