
Perjuangan pebulutangkis tunggal putri asuhan PB Djarum, Hani Miftasari, terus berlanjut di Polytron Surabaya International Challenge 2026. Pemain kelahiran Temanggung, 4 September 2009, itu memastikan tiket ke semifinal setelah mengalahkan pemain senior sekaligus wakil Merah Putih, Yulia Yosephine Susanto, pada babak perempat final, Jumat (25/9).
Bertanding di GOR Sudirman, Surabaya, Hani sempat mengalami kesulitan pada gim pertama. Ia harus mengakui keunggulan Yulia dengan skor 15-21.
Namun, Hani mampu bangkit pada gim kedua. Bermain lebih tenang dan berusaha menjaga konsistensi permainan, pemain berusia 17 tahun itu berhasil memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan setelah menang 21-18.
Memasuki gim ketiga, kepercayaan diri Hani semakin meningkat. Ia mampu mengendalikan jalannya pertandingan dan menutup laga dengan kemenangan meyakinkan 21-12.
Perjalanan Hani menuju semifinal terbilang cukup gemilang. Ia mampu melewati sejumlah lawan yang lebih senior dan berpengalaman. Hani mengaku selalu berusaha menanamkan keyakinan dalam dirinya setiap kali menghadapi pertandingan, terlepas dari siapa lawan yang dihadapi.
“Saya selalu yakin di setiap pertandingan. Harus menikmati mainnya, masalah kalah atau menang itu urusan belakangan. Kalau poin ketinggalan, saya harus tahan dan fokus masukin bola, jangan buang bola. Dengan hasil ini saya bisa lebih percaya lagi walaupun lawan senior maupun unggulan. Jangan nyerah dulu,” tutur Hani.
Meski berhasil mencapai babak semifinal, Hani mengaku belum puas dengan pencapaiannya. Ia masih ingin melangkah lebih jauh dan berharap dapat memberikan kejutan dengan menjadi juara di Polytron Surabaya International Challenge 2026.
“Belum puas dengan hasil ini. Kalau bisa dapat hasil yang lebih bagus, kenapa enggak. Semoga saya bisa membuat kejutan dengan menjuarai turnamen ini,” ujar Hani.
Pada babak semifinal yang akan berlangsung Sabtu (26/9), Hani akan menghadapi tantangan yang tidak mudah. Ia dijadwalkan bertemu unggulan ketiga asal Jepang, Sakura Masuki.
Menghadapi pemain Jepang tersebut, Hani menyadari bahwa ia harus tampil sabar dan menjaga konsistensi permainan, mengingat calon lawannya dikenal memiliki permainan yang ulet.
“Besok lawan Jepang harus tahan-tahan masukin bola, soalnya permainannya ulet,” pungkas Hani. (AH)
