
Ganda campuran Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto/Melati Daeva Oktavianti, berhasil mengamankan tiket ke partai final Polytron Surabaya International Challenge 2026. Pada babak semifinal yang berlangsung di GOR Sudirman, Surabaya, Sabtu (26/9), Rehan/Melati mengalahkan pasangan juniornya, Verrell Yustin Mulia/Bernadine Anindiya Wardana, dengan kemenangan dua gim langsung 21-16, 21-14.
“Kebetulan mereka adalah junior saya di klub. Jadi, kurang lebih kami sudah tahu permainan satu sama lain. Kami juga sudah bisa membaca permainan mereka, sehingga tadi saat bertanding sebenarnya tidak terlalu mengalami kesulitan,” ungkap Melati.
Meski begitu, Melati mengaku tidak ingin terlalu percaya diri. Ia bersama Rehan tetap mewaspadai permainan lawan dan memilih tampil lepas sepanjang pertandingan.
“Kalau dibilang yakin menang, sebenarnya masih fifty-fifty. Yang pasti kami tetap yakin, tetapi kami juga bermain tanpa beban dan tetap waspada,” lanjut Melati.
Kemenangan dua gim langsung juga di luar perkiraan Rehan/Melati. Sebelumnya, mereka telah mempersiapkan diri untuk menjalani pertandingan panjang karena mengetahui karakter permainan masing-masing.
“Kami sebenarnya tidak menyangka bisa menang secepat ini. Namun, kami memang sudah mempersiapkan diri untuk pertandingan yang berat dan siap bermain sampai capek, karena kami sama-sama tahu permainan masing-masing. Kami tahu mereka juga pasti sudah mengetahui permainan saya dan Rehan. Jadi, kami hanya berusaha menjalankan strategi yang sudah kami siapkan,” jelas Melati.
Sementara itu, Rehan menambahkan bahwa konsistensi menjadi salah satu kunci kemenangan mereka. Sejak awal pertandingan, Rehan/Melati berusaha terus memberikan tekanan agar Verrell/Bernadine tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan permainan.
“Kami berusaha tetap konsisten di setiap poin. Mulai dari cara memukul, pergerakan, dan bagaimana kami terus menekan mereka supaya mereka tidak bisa mengembangkan permainan. Dari awal kami memang terus berusaha menekan dan tidak boleh kendor. Kalau ada bola-bola mudah, jangan sampai mati sendiri. Itu yang terus kami jaga,” papar Rehan.
Di partai final yang akan berlangsung Minggu (27/9), Rehan/Melati akan menghadapi pasangan baru, Bagas Maulana/Apriyani Rahayu.
“Untuk final besok, kami akan tetap menikmati pertandingan dan bermain lepas. Lawannya juga pasangan yang baru, jadi kami belum terlalu tahu bagaimana pola permainan mereka. Kami akan lihat video pertandingan mereka terlebih dahulu dan mempersiapkan strategi untuk besok,” ujar Rehan.
Rehan menambahkan, antisipasi akan dilakukan dari berbagai aspek, mulai dari teknik hingga pola permainan.
“Antisipasinya tentu dari semua sisi, baik teknik, permainan, maupun strategi. Namun, yang paling penting kami mau menikmati pertandingan dan menampilkan permainan terbaik,” tutup Rehan. (AH)
