
Tim Indonesia menghadapi laga babak penyisihan grup C2 yang kedua di ajang World Junior Championships 2026. Setelah kemarin, Senin (5/10) sukses mengalahkan Azerbaijan 2-0, hari ini, Selasa (6/10) tim merah putih kembali menang atas Sri Lanka 2-0. Bertanding di Cairo Internasional Stadium, Mesir, Selasa (6/10), Indonesia menang dengan skor 55-38 pada set pertama dan 55-35 di set kedua.
Pada set pertama, Indonesia langsung mengamankan keunggulan melalui ganda campuran Moses Andar Simanjuntak/Reya Azzahra Yulianti yang menang 11-3 atas Keneth Aruggoda/Isuri Attanayake. Selsi Josika/Yasintha Ristyna Putri kemudian menambah keunggulan melalui sektor ganda putri menjadi 22-11.
Jolin Angelia yang turun di tunggal putri membawa Indonesia unggul 33-21. Setelah itu, Fardhan Rainanda Joe memperlebar jarak menjadi 44-32 sebelum pasangan ganda putra Raihan Daffa Edsel Pramono/Anju Siahaan menutup set pertama dengan skor 55-38.
Pada set kedua, Indonesia kembali tampil solid. Muhammad Luthfi Habibi/Atresia Naufa Candani membuka perolehan poin dengan keunggulan 11-5. Halifia Usni Pratiwi/Aurelia Syakira Putri kemudian membawa Indonesia unggul 22-14.
Mayla Cahya Afilian Pratiwi membuat Indonesia semakin menjauh menjadi 33-23. Radithya Bayu Wardhana kemudian menambah keunggulan hingga 44-28, sebelum Joseph Marcellino Kyta/Faizal Pangestu memastikan kemenangan Indonesia dengan skor akhir 55-35.
Pelatih ganda campuran Indonesia, Muhammad Rijal, menilai penampilan kedua pasangan yang diturunkan pada pertandingan kali ini cukup baik.
“Performa atlet ganda campuran pada laga hari ini saya rasa cukup oke, baik Moses/Reya maupun Luthfi/Atre. Dengan kualitas yang ada saya harap ganda campuran bisa terus menyumbangkan poin,” ujar Rijal.
Rijal mengatakan, dirinya terus mengingatkan para pemain untuk memiliki keyakinan dan jiwa petarung ketika tampil dalam pertandingan beregu. Adaptasi terhadap kondisi lapangan juga menjadi hal yang ditekankan kepada para pemain.
“Sebelum pertandingan saya selalu briefing mereka untuk selalu yakin dan kalau beregu harus memiliki jiwa petarung yang kuat. Alhamdulillah mereka paham dengan masukan yang saya berikan dan saya selalu menekankan kepada mereka, apapun kondisinya harus selalu siap dan cepat beradaptasi dengan kondisi di lapangan,” katanya.
Menurut Rijal, komposisi ganda campuran Indonesia saat ini sudah cukup ideal untuk menghadapi persaingan di kejuaraan dunia junior.
“Untuk sekarang komposisi ganda campuran sudah pas, baik dari ganda campuran pertama Moses/Reya, kedua Edsel/Atresia, dan disusul Luthfi/Dian serta Erfan/Mellynda,” tutur Rijal.
Sementara itu, Jolin mengakui dirinya masih perlu beradaptasi dengan kondisi lapangan meski sebelumnya sudah sempat bermain di tempat yang sama. Selain kondisi angin, kondisi fisik dan pikiran menjadi perhatian untuk pertandingan berikutnya.
“Walaupun kemarin sudah diturunkan dan bermain di lapangan yang sama, tetapi saya merasa masih ada sedikit adaptasi dengan kondisi lapangan. Lawan tadi bermain cukup bagus dan ada perlawanan,” ujar Jolin.
“Angin menjadi salah satu kendala di sini. Yang menjadi evaluasi saya di pertandingan selanjutnya ialah kondisi badan dan pikiran, karena di poin 11 ini cukup berpengaruh,” lanjutnya.
Hal senada disampaikan Muhammad Luthfi Habibi. Pemain ganda campuran tersebut menilai para pemain Sri Lanka menunjukkan perkembangan permainan yang cukup pesat.
“Karena masih adaptasi lapangan, jadi masih mengenakan mainnya dulu. Dengan status negara yang bulutangkisnya tidak terlalu diperhitungkan, pemain Sri Lanka cukup pesat untuk perkembangan permainannya. Mungkin salah satu faktornya karena ada pelatih-pelatih Indonesia yang melatih di sana,” kata Luthfi.
Untuk pertandingan selanjutnya, Luthfi menyebut fokus, mental, serta variasi strategi harus ditingkatkan mengingat sistem pertandingan menggunakan perolehan poin yang pendek.
“Jika bermain di babak selanjutnya, fokus dan mentalnya harus ditingkatkan, serta banyak memiliki strategi karena di poin pendek ini harus memiliki banyak strategi,” ujarnya.
Pasangan Luthfi, Atresia Naufa Candani, juga mengaku masih melakukan penyesuaian karena baru mendapat kesempatan bertanding.
“Saya baru diturunkan bermain jadi masih beradaptasi dengan kondisi lapangan,” kata Atresia.
Atresia menambahkan, kesamaan tangan dominan dengan Luthfi turut membantu komunikasi permainan mereka.
“Sama-sama bermain pakai tangan kiri, kami memiliki pemikiran yang sama dalam beberapa penempatan bola di sisi yang kosong,” tuturnya.
Menghadapi pasangan Sri Lanka, Luthfi/Atresia berusaha menjaga jarak perolehan poin hingga akhirnya mampu mengamankan kemenangan.
“Tadi lawan berusaha bermain nothing to lose dan kami juga berusaha satu demi satu untuk menjauhkan poinnya,” pungkas Atresia.
Selanjutnya sore ini, tim Indonesia akan menghadapi laga penyisihan grup C melawan Chinese Taipei. (AH)
