Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > [Polytron Kudus Indonesia Masters 2026] Isyana/Rinjani Tembus Final dan Siap Tantang Wakil Thailand
24 Oktober 2026
[Polytron Kudus Indonesia Masters 2026] Isyana/Rinjani Tembus Final dan Siap Tantang Wakil Thailand
 
 

Pasangan ganda putri Indonesia, Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine, sukses menyegel tiket ke partai puncak turnamen BWF Super 100, Polytron Kudus Indonesia Masters 2026. Bermain di hadapan publik sendiri di Djarum Arena Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah, pada Sabtu (24/10), Isyana/Rinjani menumbangkan wakil Korea Selatan, Moon In Seo/Park Seul.

Kemenangan tersebut diraih lewat pertarungan straight game dengan skor 21-12, 21-19 yang diselesaikan dalam waktu 47 menit.

Seusai pertandingan, raut kebahagiaan tak dapat disembunyikan oleh pasangan muda ini. "Perasaannya pasti senang ya, bisa masuk final lagi setelah awal tahun. Di level Super 100 ini alhamdulillah kami masih bisa nembus ke final," ungkap Isyana.

Membahas jalannya pertandingan, Isyana/Rinjani mengakui bahwa dominasi di game pertama sangat dipengaruhi oleh pemilihan posisi lapangan yang tepat. Mereka berhasil memanfaatkan kondisi "menang angin" untuk terus menekan wakil Korea tersebut.

"Tadi game pertama kita melakukan pola yang cukup baik, akhirnya lawan ketekan terus. Kebetulan di lapangan ini menang angin, jadi kami pilih lapangan situ dulu dan akhirnya bisa melewati game pertama dengan lancar," jelas Isyana.

Namun, laga berjalan lebih alot pada gami kedua. Selain karena harus bertukar sisi lapangan yang membuat mereka berada di posisi "kalah angin", pasangan Korea juga mulai mengubah strategi dengan menutup rapat serangan bola-bola datar andalan Isyana/Rinjani. Kondisi ini memaksa ganda putri Indonesia itu memutar otak di tengah lapangan.

"Game kedua nggak semudah game pertama karena lawan posisinya menang angin, tekanannya lebih kencang. Terus antisipasi mereka juga udah jagain bola-bola datar kita. Kitanya sempat jadi agak kurang enak, makanya kita ubah pola dulu," beber Rinjani mengulas taktik.

"Kami agak sabar main satu-satu dulu. Terus pas kami sudah enak lagi, baru kami cari bola serangan. Karena dari tadi kalau kami nyerang, poinnya lebih banyak dapet daripada kami kebanyakan bertahan," kata Rinjani.

Di babak final yang akan berlangsung besok, Minggu (25/10), Isyana/Rinjani akan berhadapan dengan ganda putri Thailand, Hathaithip Mijad/Napapakorn Tungkastan. Menatap laga penentu gelar juara tersebut, mereka mengaku sudah mengantongi gaya permainan lawan yang dinilai punya kemiripan tipe permainan, khususnya dalam rotasi dominasi pemain depan dan belakang.

"Mungkin lawan juga mainnya agak setipe ya, karena cukup dominan pembagian pemain depan dan belakangnya. Yang saya antisipasi besok lebih ke keyakinan kami saja sih. Cara mainnya kurang lebih akan sama seperti hari ini, kami sudah siap," tegas Rinjani penuh percaya diri.

Lebih lanjut, Isyana/Rinjani menyebut keberhasilan mereka menembus final tak lepas dari magis dukungan penuh para pencinta bulu tangkis yang memadati arena. Gemuruh penonton tak hanya menjadi energi tambahan, tetapi juga menjadi teror mental bagi lawan.

"Dukungan penonton di sini sangat membantu kami tim Indonesia. Dari pihak lawan juga pasti ada tegangnya, ada pressure-nya pastinya melihat penonton sebanyak ini," pungkas Isyana. (NFA)